Berito.id, Sungai Penuh – Bulog Sungai Penuh serap 736 ton gabah petani hingga pertengahan tahun 2026. Capaian tersebut setara dengan 73,6 persen dari target penyerapan gabah tahun ini yang di tetapkan sebanyak 1.000 ton. Hasil ini menunjukkan progres positif dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Penyerapan Gabah Bulog Capai 73,6 Persen
Perum Bulog Cabang Sungai Penuh terus menjalankan program penyerapan gabah dari petani di wilayah kerjanya. Hingga pertengahan 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 736 ton gabah. Dengan demikian, Bulog hanya perlu memenuhi sisa target agar dapat mencapai angka 1.000 ton hingga akhir tahun. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program penyerapan gabah terus berjalan sesuai rencana. Selain menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah, langkah ini juga memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Bulog Beli Gabah Sesuai Harga Pembelian Pemerintah
Pimpinan Cabang Bulog Sungai Penuh, Fahmi Hafiza Siregar, menegaskan bahwa Bulog tetap berkomitmen menyerap gabah petani sepanjang tahun. Seluruh pembelian dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Selain itu, penerapan HPP juga di harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan harga jual yang telah di tetapkan pemerintah.
Karena itu, Fahmi mengimbau para petani agar tidak menjual gabah di bawah HPP. Sebaliknya, Bulog siap membeli hasil panen petani kapan saja selama gabah yang di tawarkan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. “Hingga saat ini Bulog Cabang Sungai Penuh telah menyerap 736 ton gabah atau 73,6 persen dari target 1.000 ton pada tahun 2026. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya.
Bulog Ajak Petani Berkoordinasi Saat Panen
Selain terus melakukan penyerapan, Bulog juga mengajak para petani untuk segera berkoordinasi ketika memasuki masa panen. Dengan komunikasi yang baik, proses penyerapan dapat berlangsung lebih cepat sehingga hasil panen bisa langsung di beli sesuai harga pemerintah. Di samping itu, koordinasi yang baik akan membantu Bulog dalam menyusun jadwal penyerapan gabah di setiap wilayah. Langkah ini di harapkan membuat proses distribusi hasil panen menjadi lebih efektif.
Dukung Ketahanan Pangan di Sungai Penuh dan Kerinci
Bulog berharap kerja sama dengan para petani terus terjalin hingga akhir tahun. Dengan sinergi tersebut, program penyerapan gabah dapat berjalan optimal dan target 1.000 ton pada 2026 dapat tercapai. Lebih lanjut, penyerapan gabah yang konsisten juga berperan dalam menjaga cadangan beras pemerintah. Oleh sebab itu, program ini di harapkan mampu mendukung ketahanan pangan di wilayah Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sekaligus memberikan manfaat bagi petani setempat.
(A/*)







