Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO

Euforia pasca IPO mulai mereda. Harga saham SpaceX terkoreksi lebih dari 6 persen, sementara pasar menyoroti valuasi tinggi dan ekspansi besar-besaran di sektor AI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO
(Foto: bloombergtechnoz)

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO (Foto: bloombergtechnoz)

Berito.idHarga saham SpaceX kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6). Koreksi tersebut muncul setelah antusiasme investor yang mengangkat perusahaan milik Elon Musk itu ke jajaran lima perusahaan paling bernilai di dunia mulai mereda. Saham SpaceX (SPCX.O) tercatat turun 6,5 persen ke level US$178,50. Sebelumnya, saham tersebut juga kehilangan hampir 5 persen nilainya pada sesi perdagangan sehari sebelumnya.

Meski mengalami tekanan, posisi harga saat ini masih sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) yang dipatok sebesar US$135 per saham.

Aksi Ambil Untung Mulai Muncul

Jika tren penurunan berlanjut, kapitalisasi pasar SpaceX yang saat ini mencapai sekitar US$2,52 triliun berpotensi menyusut lebih dari US$150 miliar. Analis IPOX Schuster, Kat Liu, menilai koreksi tersebut masih tergolong wajar. Menurutnya, investor mulai merealisasikan keuntungan setelah lonjakan harga yang sangat kuat pada awal perdagangan.

“Melihat besarnya IPO dan performa saham yang sangat baik pada awal debutnya, aksi ambil untung dalam jumlah tertentu merupakan hal yang normal,” ujar Liu seperti dikutip Reuters.

Baca Juga :  PM India Narendra Modi Temui Prabowo di Jakarta

Tidak hanya SpaceX, sejumlah saham perusahaan antariksa Amerika Serikat juga bergerak melemah. Rocket Lab dan Planet Labs turun sekitar 3 persen. Sementara itu, AST SpaceMobile kehilangan sekitar 7 persen dan Intuitive Machines terkoreksi hampir 3 persen.

Minat Investor Ritel Mulai Melambat

Dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, investor ritel tercatat agresif mengoleksi saham SpaceX. Total pembelian bersih mereka melampaui US$300 juta. Namun, aktivitas tersebut mulai menurun pada Kamis. Data Vanda Research menunjukkan pembelian bersih investor ritel hanya mencapai sekitar US$9,1 juta hingga pukul 14.00 waktu setempat.

Para analis sebelumnya telah mengingatkan bahwa saham SpaceX berpotensi bergerak sangat fluktuatif pada masa awal sebagai perusahaan publik. Peringatan itu muncul karena jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas, sementara valuasinya sudah berada di level yang sangat tinggi.

Valuasi Fantastis Jadi Sorotan

SpaceX mencuri perhatian pasar setelah debut spektakulernya di Nasdaq pekan lalu. Perusahaan itu langsung mencatat valuasi di atas US$2 triliun.

Harga sahamnya sempat melonjak tajam dalam dua hari pertama perdagangan. Namun setelah itu, sebagian investor mulai mengevaluasi kembali apakah nilai perusahaan tersebut sebanding dengan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga :  Ini Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grupnya

Perdebatan mengenai valuasi itu menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

SpaceX Perkuat Bisnis AI

Di tengah koreksi saham, SpaceX tetap melanjutkan strategi ekspansinya di sektor AI. Pada Selasa (16/6), perusahaan mengumumkan rencana mengakuisisi Anysphere, startup yang mengembangkan agen pemrograman berbasis AI populer bernama Cursor.

Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$60 miliar dan akan dibayar menggunakan saham. Melalui langkah ini, SpaceX ingin memperkuat posisinya di pasar perangkat AI korporasi yang terus berkembang.

Selain itu, sumber yang mengetahui rencana perusahaan mengungkapkan bahwa para penasihat keuangan SpaceX tengah menyiapkan pertemuan dengan investor dalam waktu dekat. Agenda utama pembahasan tersebut adalah penawaran obligasi senilai sedikitnya US$20 miliar. Pendanaan baru itu akan mendukung ambisi SpaceX memperluas investasi dan pengembangan teknologi AI dalam beberapa tahun mendatang.

(A/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru