Berito.id – Elon Musk memastikan tidak akan melepas satu pun lembar kepemilikannya di SpaceX. Penegasan ini muncul lewat unggahan di platform X, merespons spekulasi publik yang menyarankannya melakukan aksi jual pasca-berakhirnya masa penguncian saham (lockup period).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi investor global. Ketika pendiri perusahaan mempertahankan asetnya, kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang korporasi biasanya ikut terkerek naik.
Jadwal Melantai di Nasdaq Dipercepat
Proses administrasi di Securities and Exchange Commission (SEC) berjalan di luar dugaan. Akselerasi birokrasi tersebut memicu pergeseran lini masa korporasi secara signifikan.
-
Awal Juni 2026: Pemasaran resmi (roadshow) mulai berjalan.
-
11 Juni 2026: Penentuan harga final saham.
-
12 Juni 2026: Pencatatan perdana di bursa Nasdaq dengan kode emiten SPCX.
Peta jalan baru ini maju beberapa pekan dari estimasi awal yang sempat di prediksi jatuh pada akhir kuartal kedua.
Target Pendanaan dan Efek Stock Split
Perusahaan kedirgantaraan dan kecerdasan buatan ini membidik penghimpunan dana segar senilai 75 miliar dollar AS. Target kapitalisasi pasar di patok menembus angka lebih dari 2 triliun dollar AS. Jika seluruh target ini terpenuhi, debut SpaceX akan tercatat sebagai penawaran umum perdana terbesar sepanjang sejarah pasar modal dunia.
Guna mempermudah akses bagi pemodal ritel, manajemen telah mengantongi restu untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 5 banding 1.
| Atribut Saham | Sebelum Stock Split | Sesudah Stock Split |
| Nilai Pasar Wajar per Lembar | US$ 526,59 | US$ 105,32 |
Penyesuaian ini memangkas harga nominal per lembar menjadi jauh lebih terjangkau, sekaligus memperluas likuiditas pasar sebelum perdagangan resmi di mulai.
Sentimen Pasar dan Konsorsium Perbankan
Dominasi bisnis peluncuran roket komersial serta jaringan internet satelit Starlink membuat korporasi ini menjadi komoditas berharga di Wall Street. Konsorsium perbankan global kelas atas telah merapat sebagai penjamin emisi utama, melibatkan raksasa finansial seperti Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs.
Aksi korporasi ini bakal menjadi indikator krusial bagi kebangkitan pasar modal global. Setelah sempat lesu akibat gejolak ekonomi makro, kehadiran saham teknologi dan AI berkapitalisasi raksasa seperti SpaceX di proyeksikan mampu memicu kembali gairah investasi di sektor pertumbuhan tinggi. Pembaca yang berminat mengambil bagian dalam momentum ini perlu mencermati ketersediaan akses broker lokal yang terhubung ke bursa Nasdaq sebelum pertengahan Juni. (Nd/*)






