Kemenkeu Ajukan Anggaran Rp49,8 Triliun, DJP Fokus Kejar Pajak Berbasis AI

Targetkan Pendapatan Negara Optimal, Ditjen Pajak Siapkan 5 Strategi Baru untuk Tahun 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkeu Ajukan Anggaran Rp49,8 Triliun, DJP Fokus Kejar Pajak Berbasis AI(Foto: gamebrott)

Kemenkeu Ajukan Anggaran Rp49,8 Triliun, DJP Fokus Kejar Pajak Berbasis AI(Foto: gamebrott)

Berito.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membidik optimalisasi pendapatan negara pada tahun 2027 secara agresif. Untuk memuluskan rencana tersebut, DJP mengajukan pagu indikatif sebesar Rp5,4 triliun.Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, merinci usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pihaknya membagi anggaran tersebut ke dalam dua fokus utama,Yaitu Program Pengelolaan Penerimaan Negara senilai Rp867,89 miliar dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp4,534 triliun. “Kami mengalokasikan Program Pengelolaan Penerimaan Negara untuk mendanai berbagai kegiatan teknis di lapangan,” ujar Bimo. Sementara itu, program dukungan manajemen akan membiayai operasional organisasi, mulai dari belanja pegawai, belanja modal, hingga pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tren Anggaran Menurun di Tengah Efisiensi

Meski mengemban target besar, anggaran DJP sebenarnya terus merosot dalam lima tahun terakhir. Pagu indikatif untuk tahun depan bahkan menyusut Rp23 miliar ketimbang alokasi tahun 2026, setelah pemerintah menerapkan efisiensi sebesar Rp5,42 triliun.

Secara eksternal, DJP mengalirkan dana Rp5,4 triliun tersebut ke beberapa pos strategis:

  • Fungsi pengawasan dan penegakan hukum: Rp1,97 triliun

  • Perluasan basis pajak: Rp919,02 miliar

  • Sistem informasi dan data yang kredibel: Rp678,98 miar

  • Pelayanan publik dan penguatan kepercayaan masyarakat: Rp665,4 miliar

  • Operasional kantor: Rp583,81 miliar

  • Perumusan kebijakan perpajakan: Rp578,59 miliar

Baca Juga :  Status PPPK Paruh Waktu Berakhir, BKN Fokus Validasi Data Honorer demi Kejelasan Status

Lima Jurus Baru DJP Kejar Setoran Pajak

Untuk mengamankan target tahun depan, Bimo menegaskan bahwa institusinya sudah merancang lima kebijakan teknis. Strategi pertama menyasar perluasan basis pajak dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau aktivitas ekonomi digital, shadow economy, serta sektor informal.

Langkah kedua berfokus pada penguatan administrasi data guna mendukung sistem Coretax dan integrasi Compliance Risk Management Integrated Risk Engine (CRM-IRE). Ketiga, DJP akan memperketat pengawasan terhadap wajib pajak grup, wajib pajak dengan transaksi hubungan istimewa, serta figur publik (prominent person).

“Kami juga menerapkan pendekatan multidoor dalam penegakan hukum untuk memberikan efek jera bagi pelanggar pajak,” tambah Bimo mengenai poin keempat. Terakhir, DJP tetap mengevaluasi pemberian insentif pajak agar tetap efektif mendorong daya saing bisnis dan pertumbuhan ekonomi.

Menariknya, DJP kini mulai mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan analisis data. Teknologi ini akan bersanding dengan sistem Coretax guna menutup celah regulasi (policy gap) dan mencegah kebocoran administrasi (administration gap).

Kemenkeu Bidik Pagu Rp49,8 Triliun, Klaim Ekonomi Tetap Solid

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan total pagu indikatif Kementerian Keuangan tahun anggaran 2027 mencapai Rp49,8 triliun. Pemerintah mengarahkan dana jumbo ini untuk menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan mutu layanan publik, dan mendorong transformasi ekonomi yang inklusif. “Anggaran tahun 2027 ini nilainya sama dengan pagu 2026 setelah pemangkasan efisiensi. Kami berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah melonjaknya kebutuhan negara,” jelas Purbaya.

Baca Juga :  Strategi Menghalau Malware Klopatra, Lindungi Tabungan dari Pencurian Digital

Kemenkeu memecah anggaran tersebut ke dalam tiga fungsi utama: pelayanan umum mendapat porsi terbesar senilai Rp45,519 triliun, fungsi pendidikan sebesar Rp3,996 triliun, dan fungsi ekonomi sebesar Rp284,71 miliar.Di hadapan anggota dewan, Purbaya juga memamerkan rapor hijau perekonomian domestik sepanjang tahun 2026. Ekonomi Indonesia sukses tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026 dengan angka inflasi yang tetap jinak.

Hingga akhir Mei 2026, negara berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp1.185 triliun (naik 19,1 persen yoy), sedangkan realisasi belanja negara menyentuh Rp1.365,4 triliun (naik 34,4 persen yoy). Kemenkeu juga berhasil mengendalikan defisit anggaran dan utang pada batas aman dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai tameng fiskal.

Kinerja internal Kemenkeu pun menunjukkan tren positif. Indeks Kepuasan Pengguna Layanan naik dari 4,46 (2024) menjadi 4,7 dari skala 5 pada 2025. Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-15 kalinya secara beruntun kepada Kemenkeu.

(A/*)

Berita Terkait

COIN Pilih Tahan Laba 2025 demi Perkuat Bisnis Kripto
Gibran Temui Mahasiswa Pendemo di Istana Wapres
Cak Imin Ajak Mahasiswa Maksimalkan KKN untuk Pemberdayaan Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026, Shell,BP-AKR Dan VIVO
Emas Stagnan, Investor Mulai Alihkan Likuiditas ke Bitcoin
Harga Bitcoin 2027 Diproyeksi Capai US$120.000
Prabowo Terima Presiden Jerman, Fokus Investasi dan Toleransi
Daftar 9 Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak PKB di Jakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:05 WIB

Kemenkeu Ajukan Anggaran Rp49,8 Triliun, DJP Fokus Kejar Pajak Berbasis AI

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:05 WIB

COIN Pilih Tahan Laba 2025 demi Perkuat Bisnis Kripto

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

Gibran Temui Mahasiswa Pendemo di Istana Wapres

Senin, 15 Juni 2026 - 23:59 WIB

Cak Imin Ajak Mahasiswa Maksimalkan KKN untuk Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 21:02 WIB

Harga BBM Hari Ini 15 Juni 2026, Shell,BP-AKR Dan VIVO

Berita Terbaru

PixVerse R1 Dukung Bahasa Indonesia dan Video AI Real-Time
(Foto: pixverse)

Teknologi

PixVerse R1 Dukung Bahasa Indonesia dan Video AI Real-Time

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:00 WIB

Suzuki Grand Vitara Andalkan BBM Irit dan Biaya Servis Murah(Foto: suzukiindomobil)

Otomotif

Suzuki Grand Vitara Andalkan BBM Irit dan Biaya Servis Murah

Selasa, 16 Jun 2026 - 15:05 WIB

10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026
(Foto: Islandia
Pexels/Michael Fischer/voi)

Lifestyle

10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:10 WIB

Riset Prasmul, Alasan AI Kerap Lewatkan Website Resmi Brand
(Foto: solvaworks)

Teknologi

Riset Prasmul, Alasan AI Kerap Lewatkan Website Resmi Brand

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:00 WIB