Berito.id, Sungai Penuh – Kesan semrawut dan becek yang identik dengan pasar tradisional perlahan mulai hilang dari Pasar Tanjung Bajure. Pusat ekonomi masyarakat di Kota Sungai Penuh ini tengah bersolek. Langkah berani yang di ambil Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk melakukan penertiban besar-besaran kini mulai membuahkan hasil yang nyata bagi pedagang maupun pengunjung.
Menghapus Bayang-bayang Pungli dan Premanisme
Penataan kawasan ini bukan sekadar menggeser lapak, namun menjadi langkah strategis Wali Kota Alfin, S.H dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) serta premanisme. Masalah klasik ini sudah lama meresahkan dan menjadi beban tersembunyi bagi para pedagang kecil.
Kini, lingkungan pasar terasa lebih aman. Berkurangnya gangguan dari oknum tidak bertanggung jawab membuat denyut nadi perdagangan berlangsung lebih kondusif. Pembeli pun tak lagi was-was saat melintasi area pasar, karena suasana yang tercipta jauh lebih tertib dan terkendali.
Pemkot menyadari bahwa pasar adalah gantungan hidup banyak orang. Oleh karena itu, pendekatan yang di gunakan tetap mengedepankan sisi humanis. Pedagang didata ulang agar mendapatkan tempat yang layak tanpa harus kehilangan mata pencaharian.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan komitmennya bahwa perubahan ini bertujuan meningkatkan martabat pasar tradisional. “Penataan ini bukan untuk merugikan pedagang. Kami ingin menghadirkan pasar yang lebih layak, bersih, dan nyaman agar aktivitas jual beli berjalan lancar,” ujarnya dengan tegas.
Untuk memastikan penataan berjalan sesuai rencana, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama Sekretaris Daerah Alpian turun langsung memantau kondisi lapangan pada Jumat (3/4/2026). Sambil menyusuri lorong-lorong pasar, Azhar berdialog dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi dan memastikan tidak ada lagi lapak yang tumpah ke area terlarang.
Azhar menekankan bahwa kebersihan adalah kunci utama daya saing pasar tradisional melawan ritel modern. “Kami ingin pasar ini rapi, bersih, dan nyaman. Dengan kondisi seperti itu, aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih lancar,” kata Azhar saat meninjau lapak pedagang.
Transformasi fisik Pasar Tanjung Bajure yang kini lebih estetik dan tertata tentu butuh komitmen bersama untuk merawatnya. Pemerintah Kota mengimbau agar pedagang tetap konsisten menjaga kebersihan dan mematuhi aturan zonasi yang telah di tetapkan.
Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya soal estetika kota, melainkan investasi jangka panjang agar masyarakat tetap memilih Pasar Tanjung Bajure sebagai tujuan utama belanja, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para pedagang itu sendiri. (Nd)






