Berito.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) garapan pemerintah mulai memanaskan mesin operasionalnya. Menariknya, distribusi makanan sehat ini tidak akan menggunakan kendaraan konvensional, melainkan mengandalkan armada ramah lingkungan. Pilihan jatuh pada Emmo JVX-GT, sebuah motor trail listrik buatan dalam negeri yang di rancang sanggup melahap medan berat sekalipun.
Berdasarkan data dari katalog resmi Inaproc (Indonesia Procurement), motor ini di banderol dengan harga Rp 49.950.000 per unit untuk pengadaan negara. Angka ini sedikit lebih ekonomis di bandingkan harga pasar di laman resmi pabrikan yang menyentuh Rp 56,8 juta.
Desain Kekar, Bukan Motor Listrik “Kaleng-kaleng”
Berbeda dengan motor listrik pada umumnya yang cenderung memiliki desain skutik mungil, Emmo JVX-GT tampil dengan gaya trail yang gagah. Area tengahnya terlihat padat berisi, menyembunyikan paket baterai dan motor penggerak yang menjadi jantung mekanisnya.
Dengan ground clearance mencapai 320 mm, motor ini jelas di persiapkan untuk menjangkau daerah-daerah dengan infrastruktur jalan yang belum merata. Dimensinya yang proporsional (panjang 2.080 mm dan lebar 860 mm) membuatnya tetap lincah menyelinap di kemacetan maupun jalan setapak pedesaan.
Spesifikasi Teknis: Tenaga Besar untuk Beban Berat
Tugas mengantar makanan tentu membutuhkan tenaga ekstra. Emmo JVX-GT di bekali dinamo penggerak dengan daya mulai dari 3.800W hingga puncaknya 7.000W.
Berikut adalah rincian performa utamanya:
-
Kecepatan Maksimum: 80 km/jam.
-
Kapasitas Baterai: 72V 31Ah.
-
Jarak Tempuh: Hingga 70 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
-
Kapasitas Angkut: Sanggup menahan beban hingga 200 kg (termasuk pengendara).
-
Kaki-kaki: Velg belang (19 inci depan, 18 inci belakang) yang di balut fitur pengereman Combi Brake System (CBS).
Untuk mobilitas tinggi, motor ini mendukung sistem baterai lepas pasang (swap) serta fitur fast charging. Pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam, memastikan armada tidak “ngetem” terlalu lama saat jam operasional.
Klarifikasi Badan Gizi Nasional Terkait Jumlah Armada
Simpang siur mengenai jumlah pengadaan motor ini akhirnya diluruskan oleh pihak berwenang. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah kabar yang menyebutkan pemerintah memesan hingga 70 ribu unit.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” ujar Dadan melalui keterangan resminya.
Dadan menambahkan bahwa puluhan ribu motor tersebut saat ini masih dalam proses administrasi. Kendaraan ini tidak bisa langsung mengaspal karena harus tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan ke lapangan.
Nantinya, armada trail listrik ini akan menjadi kendaraan dinas bagi para Kepala Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan distribusi makanan tepat waktu dan tepat sasaran. (Nd)






