Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak “Campur Aduk”

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak "Campur Aduk" (Foto: AI)

Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak "Campur Aduk" (Foto: AI)

Berito.id – Optimisme pasar global sedang di uji. Setelah sempat berpesta berkat kabar damai sementara di Timur Tengah, bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis pagi (9/4/2026). Sentimen positif yang sebelumnya menyokong pasar kini perlahan tergerus oleh keraguan atas stabilitas gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kecemasan ini mencuat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, melontarkan tuduhan serius. Ia menyebut Washington telah mengkhianati komitmen gencatan senjata yang baru berumur dua minggu tersebut.

Kerapuhan di Tengah Perjanjian “Dua Sisi”

Sebelumnya, pada Rabu (8/4/2026), Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran. Melalui unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan persetujuannya untuk menghentikan pemboman selama dua pekan.

“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat di terapkan untuk bernegosiasi,” tulis Trump.

Syarat utama dari kesepakatan ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur nadi energi dunia. Meski Israel di kabarkan ikut menyetujui, pihak Iran kini justru merasa di pojokkan. Ghalibaf menuduh AS masih melanggar hak pengayaan uranium Iran dan membiarkan drone masuk ke wilayah udara mereka.

“Pelanggaran tersebut meliputi penolakan hak Republik Islam untuk memperkaya uranium dan serangan berkelanjutan Israel terhadap Lebanon,” tegas Ghalibaf.

Respons Pasar Asia dan Melambungnya Harga Minyak

Kabar ketegangan terbaru ini langsung di respons beragam oleh pasar saham di kawasan Asia:

  • Jepang: Nikkei 225 naik tipis 0,12% dan Topix menguat 0,26%.

  • Korea Selatan: Kospi terkoreksi 0,6%, sementara Kosdaq cenderung stabil.

  • Australia: S&P/ASX 200 turun 0,24%.

Baca Juga :  AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029

Ketidakpastian ini juga memicu harga minyak mentah kembali mendidih. Harga WTI untuk pengiriman Mei naik 2,3% ke level USD 96,63 per barel. Senada, Brent naik 1,87% menjadi USD 96,50 per barel. Kenaikan harga energi ini seringkali dianggap sebagai “pedang bermata dua” bagi pasar saham; menguntungkan sektor energi namun membebani biaya produksi industri lainnya.

Baca Juga :  Strategi Mengatur Keuangan Anak Muda untuk Mencapai Financial Freedom

IHSG Sempat Melambung, Bagaimana Selanjutnya?

Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan performa gemilang pada penutupan Rabu (8/4/2026) dengan melonjak 4,42% ke posisi 7.279,20. Lonjakan ini didorong oleh harapan awal akan damainya AS-Iran.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan tersebut sebelumnya di picu oleh rencana pembukaan Selat Hormuz. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan dari dalam negeri.

“Turunnya harga minyak dunia (sebelumnya) menjadi katalis positif, meskipun dari dalam negeri masih mencermati akan adanya inflasi dan juga risiko fiskal,” kata Herditya.

Tips bagi Investor: Melihat kondisi geopolitik yang masih cair, pelaku pasar di sarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi. Pantau terus perkembangan di Selat Hormuz, karena stabilitas pasokan energi global akan menjadi penentu arah pasar modal dalam jangka pendek. Jika gencatan senjata benar-benar gagal, sektor komoditas dan energi diprediksi akan tetap menjadi safe haven bagi para pemodal. (Nd)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru