Harga RAM DDR5 Terjun Bebas Usai Google Rilis TurboQuant

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga RAM DDR5 Terjun Bebas Usai Google Rilis TurboQuant (Foto: AI)

Harga RAM DDR5 Terjun Bebas Usai Google Rilis TurboQuant (Foto: AI)

Berito.id – Para perakit PC dan antusias teknologi akhirnya bisa bernapas lega. Setelah berbulan-bulan tercekik harga memori yang melambung tinggi, banderol RAM DDR5 di pasar global mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Fenomena ini muncul bukan tanpa alasan; algoritma terbaru milik Google, TurboQuant, disebut-sebut menjadi biang kerok di balik anjloknya permintaan memori fisik.

TurboQuant yang baru saja di lepas Google Research pada 24 Maret lalu, membawa perubahan peta permainan di dunia kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini di klaim mampu melakukan kompresi data besar-besaran tanpa memangkas performa, yang artinya kebutuhan perangkat keras untuk menjalankan AI kini bisa di pangkas jauh lebih efisien.

Diskon Drastis di Berbagai Retailer

Pantauan harga di pasar Amerika Serikat memberikan gambaran nyata. Salah satu varian populer, Corsair Vengeance 32GB (2x16GB) 6000MHz, yang sebelumnya bertengger di harga $490 (sekitar Rp7,7 juta) di Amazon, kini merosot ke angka $379,99 (sekitar Rp6 juta).

Penurunan ini juga menyentuh modul yang lebih terjangkau. SKU DDR5-5200 kapasitas 16 GB yang sempat menyentuh harga tertinggi $260, kini bisa di tebus dengan harga $219,99. Tren ini di prediksi akan segera merembet ke pasar lokal Indonesia dalam waktu dekat seiring dengan penyesuaian stok distributor.

Baca Juga :  Update Kode Redeem Valorant Mobile Hari Ini: Cara Dapat Radianite Points Tanpa Top Up

TurboQuant: Mengapa Teknologi Ini Menakutkan Bagi Produsen Chip?

Inti dari TurboQuant adalah efisiensi. Google Research menyatakan bahwa algoritma ini mampu menghemat penggunaan memori hingga enam kali lipat di bandingkan metode konvensional. Fokus kompresinya terletak pada cache key-value, bagian krusial yang membuat AI bisa “mengingat” informasi tanpa butuh ruang penyimpanan yang masif.

Hasilnya? Beban kerja AI tetap akurat namun kebutuhan akan kepingan RAM fisik berkurang drastis. Dampak psikologis dari teknologi ini langsung menghantam bursa saham global. Para investor mulai mengkhawatirkan penurunan permintaan chip memori di masa depan.

  • Samsung: Saham merosot hampir 5 persen di pasar Korea Selatan.

  • SK Hynix: Mengalami koreksi tajam hingga 6 persen.

  • Kioxia: Produsen asal Jepang ini juga harus rela kehilangan nilai saham hampir 6 persen.

Baca Juga :  Mengenal Morning Run Club, Tren Olahraga Komunal yang Geser Popularitas Gym Mendadak

Waktunya Upgrade atau Tunggu Lagi?

Meskipun penurunan harga ini di picu oleh reaksi agresif industri terhadap algoritma Google, ada kemungkinan harga saat ini adalah upaya pembersihan stok (clearance) oleh para pengecer. Jika Anda sedang merencanakan rakit PC high-end, momen ini bisa menjadi celah terbaik sebelum harga mencapai titik jenuh yang baru.

Tips Praktis untuk Pembeli:

  1. Cek Kompatibilitas: Pastikan motherboard Anda sudah mendukung soket DDR5, karena modul ini tidak kompatibel dengan slot DDR4.

  2. Pantau Marketplace: Gunakan fitur price tracker untuk melihat apakah penurunan harga di toko lokal sudah sesuai dengan tren global.

  3. Jangan Terpaku Satu Brand: Penurunan harga biasanya terjadi serentak; bandingkan performa antara Corsair, G.Skill, atau TeamGroup untuk mendapatkan value for money terbaik.

Langkah berani Google dengan TurboQuant ini membuktikan bahwa efisiensi perangkat lunak bisa menjadi “obat penawar” bagi mahalnya harga perangkat keras. Dunia teknologi kini sedang menunggu, sejauh mana efisiensi ini akan mengubah standar spesifikasi PC di masa depan.

Berita Terkait

Adu Gengsi Android 15 vs iOS 18: Siapa Raja Baru di Dunia Mobile Gaming?
Akun WhatsApp Kena Banned Sementara? Ini Langkah Cepat Memulihkannya Tanpa Panik
5 Tahun Tanpa LG: Mengapa Industri Ponsel Kini Justru Merindukan Inovasi Beraninya?
Daftar 20 Website Paling Ramai 2026: Google Tak Tergoyahkan, ChatGPT Meroket
Lagi FYP! 5 Aplikasi Edit Foto AI Gratis yang Bikin Konten TikTok Kamu Makin Estetik
Begini Strategi Pakai ChatGPT untuk Skripsi Tanpa Terdeteksi Plagiat
Layar HP Oppo Sering Muncul Iklan? Begini Cara Praktis Menghilangkannya Tanpa Root
5 Cara Pakai AI untuk Cari Uang Tambahan di Tahun 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 13:00 WIB

Adu Gengsi Android 15 vs iOS 18: Siapa Raja Baru di Dunia Mobile Gaming?

Selasa, 7 April 2026 - 12:00 WIB

Akun WhatsApp Kena Banned Sementara? Ini Langkah Cepat Memulihkannya Tanpa Panik

Selasa, 7 April 2026 - 08:30 WIB

5 Tahun Tanpa LG: Mengapa Industri Ponsel Kini Justru Merindukan Inovasi Beraninya?

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

Harga RAM DDR5 Terjun Bebas Usai Google Rilis TurboQuant

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:53 WIB

Daftar 20 Website Paling Ramai 2026: Google Tak Tergoyahkan, ChatGPT Meroket

Berita Terbaru