xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX

Rebranding SpaceXAI menandai fokus baru pada AI global.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX
(Foto: AI)

xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX (Foto: AI)

Berito.id – Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, kini resmi menggunakan nama SpaceXAI. Bersamaan dengan perubahan identitas tersebut, perusahaan juga memperkenalkan logo baru dan mengganti username akun resminya di platform X menjadi @SpaceXAI. Pergantian nama ini berlangsung setelah SpaceX mengakuisisi xAI pada awal tahun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Elon Musk untuk menyatukan berbagai lini bisnisnya dalam satu ekosistem.

Akuisisi Satukan AI, Media Sosial, dan Antariksa

Pada Februari lalu, SpaceX menyelesaikan akuisisi terhadap xAI, chatbot Grok, serta platform X. Melalui aksi korporasi itu, Musk menggabungkan bisnis antariksa, kecerdasan buatan, dan media sosial di bawah satu perusahaan. Akun resmi SpaceXAI juga mengunggah video singkat yang menampilkan perubahan logo lama xAI menjadi identitas visual baru SpaceXAI sebagai simbol transformasi perusahaan.

Baca Juga :  Review Aplikasi di Google Play Store Kini Berubah, Lebih Mudah atau Justru Ribet?

IPO SpaceX Jadi Pemicu Rebranding

Mengutip Business Insider pada Selasa (7/7), perubahan identitas ini muncul setelah SpaceX mencatat sejarah lewat penawaran saham perdana (IPO). Perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana hingga US$75 miliar, menjadikannya IPO dengan nilai terbesar sepanjang sejarah. Keberhasilan itu mendorong valuasi SpaceX menembus sekitar US$1,77 triliun. Capaian tersebut juga sempat mengantarkan Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia.

Investasi AI Melampaui Sektor Antariksa

Dokumen IPO SpaceX memperlihatkan besarnya komitmen perusahaan terhadap pengembangan AI. Sepanjang 2025, SpaceX mengalokasikan belanja modal sekitar US$12,7 miliar untuk sektor tersebut. Nilai investasi itu mencapai tiga kali lipat dibandingkan anggaran untuk bisnis antariksa dan layanan konektivitas, termasuk jaringan internet satelit Starlink. Meski divisi AI masih membukukan kerugian bersih, SpaceX tetap optimistis terhadap prospek bisnis ini. Perusahaan menilai pasar AI memiliki peluang pertumbuhan terbesar sepanjang sejarah.

Baca Juga :  Lenovo Luncurkan One Lenovo Solutions Mendorong AI di Industri dan Pendidikan

Siapkan Pusat Data AI di Luar Angkasa

SpaceX juga menyiapkan proyek satelit komputasi AI atau pusat data berbasis luar angkasa yang ditargetkan mulai beroperasi paling cepat pada 2028. Selain itu, perusahaan telah mengamankan kontrak infrastruktur AI bernilai besar. Anthropic menyepakati pembayaran sekitar US$1,25 miliar per bulan untuk menggunakan kapasitas komputasi di pusat data Colossus. Di sisi lain, Google juga menandatangani kontrak senilai US$920 juta per bulan untuk memanfaatkan fasilitas yang sama.

(A/*)

Berita Terkait

Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya
Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
Shopee Bawa Program Afiliasi ke Instagram, Kreator Bisa Raup Komisi
Meta Klaim AI Watermelon Dekati Kemampuan GPT-5.5 OpenAI
Amazon Leo Resmi Tantang Dominasi Starlink
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

TikTok Perkuat Transparansi Konten AI

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:00 WIB

Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:00 WIB

Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online

Berita Terbaru

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi(Foto: AI)

Wisata

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers(Foto: AI)

Lifestyle

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:00 WIB