Berito.id – Bagi Anda lulusan SMA yang bercita-cita mengabdi di bawah naungan Kementerian Keuangan, ada kabar segar yang patut di nantikan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pembukaan ratusan posisi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) khusus untuk kualifikasi pendidikan menengah atas.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Purbaya menegaskan bahwa instansinya saat ini sangat membutuhkan tenaga operasional yang tangguh di lapangan guna memperkuat pengawasan dan pelayanan teknis.
Prioritas Tenaga Lapangan, Bukan Administratif
Selama ini, kesan bekerja di Kementerian Keuangan identik dengan tumpukan berkas di balik meja. Namun, kali ini pemerintah ingin mengubah pola tersebut dengan mencari tenaga kerja yang siap bekerja di garda terdepan.
“Kalau di Keuangan sendiri kita enggak lama seperti saya bilang dulu buka di Bea Cukai 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya saat di temui wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Purbaya mengakui proses rekrutmen sebelumnya seringkali memakan waktu lama. Maka dari itu, percepatan menjadi fokus utama agar kekurangan personil di lapangan bisa segera tertutupi. Mengenai status kepagawaian dan anggaran, ia menyebut koordinasi tetap di lakukan dengan pihak terkait.
“CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” tambahnya singkat.
Efisiensi SDM: Ratusan Pegawai Anggaran “Hijrah” ke Pajak
Selain merekrut tenaga baru, Menkeu juga melakukan manuver cerdas dalam manajemen internal. Sebanyak 213 pegawai dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) akan di alihkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Langkah ini di ambil untuk menambal kekurangan tenaga fiskus di DJP tanpa harus menambah beban belanja pegawai secara drastis. Purbaya menilai, pegawai DJA sudah memiliki kompetensi dasar yang mumpuni karena mayoritas merupakan lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.
“DJP kurang pegawai, sementara Dirjen Anggaran kelebihan. Daripada saya rekrut orang baru, saya pindahkan sebagian. Mereka orang terdidik, bisa dilatih pajak satu sampai dua minggu saja sudah cukup,” jelasnya.
Misi Besar Memulihkan Citra Bea Cukai dan Pajak
Di tengah langkah penguatan personil, Menkeu Purbaya membawa misi besar: memulihkan nama baik Bea Cukai dan DJP di mata publik. Ia tak menutup mata terhadap serangkaian penggeledahan oleh KPK yang sempat mencoreng wajah institusi.
Dalam agenda pelantikan pejabat Kemenkeu baru-baru ini, Purbaya menyampaikan pesan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menegaskan tidak ada lagi alasan bagi pimpinan untuk “tutup mata” terhadap pelanggaran bawahannya.
“Ke depan saya harapkan teman-teman memperbaiki image Bea Cukai maupun Pajak. Ini strategi pembenahan dengan menempatkan orang terbaik di saat yang tepat,” tegasnya.
Purbaya bahkan memberikan ancaman serius bagi pejabat yang gagal melakukan pengawasan. Jika ditemukan kasus korupsi yang melibatkan staf satu tingkat di bawah pimpinan, maka posisi pimpinan tersebut terancam dievaluasi.
“Kalau sampai tersangka betul sampai level satu di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus sampai ke atas,” pungkasnya. (Nd)






