Harga Perak Anjlok Drastis Tapi Emas Bertahan Kokoh, Apa yang Sedang Disembunyikan oleh Pasar Global?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Perak Anjlok Drastis Tapi Emas Bertahan Kokoh, Apa yang Sedang Disembunyikan oleh Pasar Global? (Foto: AI)

Harga Perak Anjlok Drastis Tapi Emas Bertahan Kokoh, Apa yang Sedang Disembunyikan oleh Pasar Global? (Foto: AI)

Berito.id – Pasar keuangan global sedang menahan napas. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai titik didih setelah Presiden Donald Trump menetapkan batas waktu krusial bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Di tengah ancaman serangan militer yang membayangi infrastruktur Iran, harga emas justru menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil namun penuh kehati-hatian.

Pada perdagangan Rabu (8/4/2026) pagi, harga emas spot bertengger di level USD 4.648,32 per ons. Angka ini menunjukkan konsolidasi setelah sempat menguat 1% pada sesi awal. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru mengalami koreksi tipis 0,3% ke posisi USD 4.670,90.

Menanti Ultimatum “Mati” Trump

Situasi di Timur Tengah menjadi motor utama penggerak sentimen saat ini. Donald Trump secara terbuka memberikan peringatan keras bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika kesepakatan di menit-menit terakhir gagal tercapai sebelum pukul 8 malam Waktu Bagian Timur.

Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai kondisi pasar saat ini adalah fase “diam sebelum badai”. Para pelaku pasar lebih memilih untuk tidak mengambil posisi agresif sebelum melihat realita di lapangan.

Baca Juga :  Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Nabung, Intip Cara Investasi Emas Digital Mulai Rp10 Ribu

“Pasar sedang menunggu karena para pedagang ingin melihat apa yang sebenarnya akan terjadi setelah batas waktu tersebut,” ujar Wyckoff.

Dilema Suku Bunga dan Inflasi Energi

Meski geopolitik memanas, investor tidak bisa menutup mata dari kebijakan moneter bank sentral. Lonjakan harga minyak akibat konflik ini otomatis memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Jika biaya energi meroket, bank sentral termasuk Federal Reserve kemungkinan besar akan menunda pemangkasan suku bunga.

“Para pedagang emas sebenarnya lebih fokus pada langkah bank sentral terkait suku bunga daripada sekadar geopolitik,” tambah Wyckoff. Menurutnya, jika suku bunga tetap tinggi, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil akan sedikit meredup di mata investor.

Harga Perak dan Logam Lainnya Tertekan

Berbeda dengan emas yang masih mampu mempertahankan posisinya sebagai safe haven, logam industri lainnya justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Berikut adalah rincian harga logam mulia lainnya hari ini:

  • Perak Spot: Turun tajam 2,7% menjadi USD 70,83 per ons.

  • Platinum: Merosot 3,4% ke level USD 1.911,37.

  • Paladium: Anjlok 4,3% di posisi USD 1.421,75.

Baca Juga :  Rekomendasi Museum di Jakarta untuk Konten Instagramable Selama Libur Lebaran 2026

Koreksi pada perak dan logam lainnya ini di sinyalir terjadi karena kekhawatiran melambatnya aktivitas industri global jika konflik berskala besar benar-benar pecah.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Minggu ini merupakan periode krusial bagi pemegang aset investasi. Selain memantau perkembangan di Selat Hormuz, pasar juga menantikan rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Maret yang dij adwalkan keluar hari ini.

Tak berhenti di situ, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan di rilis Kamis, serta data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Jumat, akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga ke depan. Menariknya, di tengah ketidakpastian ini, bank sentral China dilaporkan terus memborong emas selama 17 bulan berturut-turut, memberikan fondasi kuat bagi harga emas dalam jangka panjang.

Tips Praktis untuk Anda: Bagi investor ritel, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (hedging) yang paling disarankan saat terjadi eskalasi perang. Namun, mengingat harga sudah berada di level yang sangat tinggi, strategi dollar cost averaging (mencicil) tetap lebih aman daripada melakukan pembelian besar secara impulsif di tengah volatilitas tinggi. (Nd)

Berita Terkait

Waspada Investasi Bodong, Gunakan Aplikasi Saham Legal OJK Berikut untuk Masa Depan
5 Game Penghasil Uang Viral April 2026 yang Terbukti Membayar ke DANA
11 Game Penghasil Uang April 2026 yang Langsung Masuk ke Saldo DANA
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak “Campur Aduk”
Sentimen Selat Hormuz Picu Penurunan Harga Minyak, Bagaimana Nasib Komoditas Lainnya?
Emas Antam Anjlok Rp50 Ribu Hari Ini, Momentum Borong atau Tunggu Dulu?
Bukan Cuma Shopee! Ini Daftar Aplikasi Belanja yang Bikin Gen Z Betah Scrolling Berjam-jam
Daftar Game Mobile 2026 yang Bisa Hasilkan Uang Jajan Tambahan Setiap Hari
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:00 WIB

Waspada Investasi Bodong, Gunakan Aplikasi Saham Legal OJK Berikut untuk Masa Depan

Sabtu, 11 April 2026 - 09:00 WIB

5 Game Penghasil Uang Viral April 2026 yang Terbukti Membayar ke DANA

Jumat, 10 April 2026 - 08:00 WIB

11 Game Penghasil Uang April 2026 yang Langsung Masuk ke Saldo DANA

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak “Campur Aduk”

Kamis, 9 April 2026 - 16:00 WIB

Sentimen Selat Hormuz Picu Penurunan Harga Minyak, Bagaimana Nasib Komoditas Lainnya?

Berita Terbaru

Skincare Rutin Ini Ampuh Atasi Jerawat Tanpa Bikin Kulit Perih (Foto: AI)

Kesehatan

Skincare Rutin Ini Ampuh Atasi Jerawat Tanpa Bikin Kulit Perih

Sabtu, 11 Apr 2026 - 15:00 WIB

Cek Ide Bisnis Modal Kecil untuk Karyawan Beromzet Jutaan (Foto: AI)

Peluang Usaha

Cek Ide Bisnis Modal Kecil untuk Karyawan Beromzet Jutaan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 12:00 WIB