Bukan Cuma Phishing Biasa: Cara Canggih Hacker Bobol Data Perusahaan Pakai AI

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu (Foto: medcom)

Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu (Foto: medcom)

Berito.id – Kecerdasan buatan (AI) kini bak pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini mempermudah urusan kantor; di sisi lain, ia menjadi “asisten” baru bagi para peretas untuk melancarkan serangan siber yang lebih presisi dan mematikan. Jika dahulu serangan siber terasa acak, kini dengan bantuan AI, peretas bisa memetakan kelemahan sistem Anda dengan jauh lebih efisien.

Hacker Makin Pintar Berkat AI

Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, mengungkapkan bahwa AI telah mengubah peta persaingan di dunia digital. Penggunaan teknologi ini meningkatkan risiko keamanan karena memperluas celah yang bisa dieksploitasi.

“AI adalah peluang, tetapi juga tantangan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja perusahaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi peretas dalam melakukan serangan,” ujar Clara Hsu.

Salah satu yang paling bertransformasi adalah metode phishing. Jika dulu email penipuan mudah di kenali karena bahasa yang kaku, kini AI mampu menyusun pesan yang sangat personal. Peretas bisa menyesuaikan profil korban, mulai dari jabatan hingga aktivitas sehari-hari, sehingga tautan berbahaya yang mereka kirimkan terlihat sangat meyakinkan.

Baca Juga :  Pidato AI Eks CEO Google Disoraki Mahasiswa, Lulusan Kuliah Mulai Takut Kehilangan Kerja

Skenario Serangan: Menyerang Saat Titik Lemah

Setelah berhasil mencuri kredensial melalui phishing, peretas tidak langsung bertindak gegabah. Mereka memanfaatkan AI untuk menganalisis pola penggunaan sistem perusahaan guna mencari waktu yang tepat untuk menyerang.

Seringkali, serangan ransomware di lancarkan pada momen krusial, misalnya di akhir kuartal bisnis. Saat operasional perusahaan sedang tinggi-tingginya dan beban kerja maksimal, di situlah peretas masuk untuk mengunci data dan meminta tebusan.

4 Sektor Utama Incaran Peretas

Siapa saja yang dibidik? Ternyata tidak ada organisasi yang benar-benar aman. Namun, ada empat sektor yang menjadi target favorit karena dampak gangguannya yang masif:

  1. Keuangan: Lumpuhnya transaksi perbankan bisa memicu kepanikan ekonomi.

  2. Layanan Pemerintah: Gangguan pada administrasi publik atau fasilitas transportasi seperti bandara.

  3. Manufaktur: Penghentian jalur produksi yang menyebabkan kerugian finansial besar.

  4. Kesehatan: Ini yang paling berisiko karena menyangkut keselamatan nyawa pasien di rumah sakit.

Mengenal Strategi 3-2-1-1-0 sebagai Benteng Terakhir

Baca Juga :  Changan Deepal S05 Uji Performa Jakarta-Sukabumi

Menghadapi serangan yang kian canggih, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara lama. Solusi perlindungan data harus menjadi lini pertahanan terakhir yang mustahil di tembus. Synology melalui ActiveProtect Appliance menawarkan pendekatan modern untuk memastikan data tetap aman meski sistem utama berhasil di bobol.

Perusahaan kini di dorong menerapkan strategi cadangan data 3-2-1-1-0. Apa artinya?

  • 3: Memiliki tiga salinan data.

  • 2: Disimpan di dua media berbeda.

  • 1: Satu salinan berada di lokasi fisik yang terpisah.

  • 1: Satu salinan bersifat immutable (tidak dapat di ubah atau di hapus oleh siapapun, termasuk peretas).

  • 0: Memastikan nol kesalahan (zero error) saat proses pemulihan data di lakukan.

Teknologi seperti AirGap dan immutable backup menjadi kunci agar cadangan data tidak ikut terinfeksi saat peretas menyusup ke jaringan utama. Dengan perlindungan berlapis dan sistem yang terintegrasi, keberlangsungan operasional perusahaan dapat tetap terjaga di tengah badai ancaman siber yang terus berevolusi. (Nd)

Berita Terkait

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya
Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:00 WIB

Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Berita Terbaru

Harga iPhone Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Terbarunya
(Foto: sumbar.disway)

Gadget

Harga iPhone Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Terbarunya

Selasa, 28 Jul 2026 - 17:00 WIB

Gaji Stylist Artis Korea Capai Rp236 Juta per Pemotretan
(Foto: dok. Naver
/wolipop.detik/AI)

Showbiz

Gaji Stylist Artis Korea Capai Rp236 Juta per Pemotretan

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:00 WIB