Berito.id – Nvidia kembali memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (AI) dengan memperkenalkan CPU terbaru bernama Vera. Prosesor berbasis arsitektur ARM ini menjadi bagian penting dari platform Vera Rubin yang di rancang untuk menghadapi kebutuhan komputasi AI generasi berikutnya.
Sebelumnya, Nvidia telah menghadirkan teknologi server AI ke segmen yang lebih luas melalui RTX Spark yang menggabungkan CPU Grace 20-core, GPU Blackwell dengan 6.144 CUDA Core, serta memori LPDDR5X 128GB. Kini, perusahaan tersebut membawa inovasi yang lebih besar untuk pasar server.
Di klaim 80 Persen Lebih Cepat dari CPU x86 Terkemuka
Nvidia mengungkapkan bahwa CPU Vera mampu memberikan peningkatan performa rata-rata hingga 1,8 kali lipat di bandingkan CPU x86 kelas atas yang saat ini beredar di pasaran. Meski demikian, Nvidia tidak menyebutkan secara spesifik prosesor x86 yang di jadikan pembanding.
Peningkatan performa tersebut di tujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan AI modern, mulai dari inferensi, pelatihan model, hingga pemrosesan data dalam skala besar.
Di bekali 88 Core ARM dan Dukungan Memori Hingga 1,5TB
CPU Vera hadir dengan 88 inti Olympus berbasis ARM yang mendukung teknologi Spatial Multithreading. Teknologi ini memungkinkan prosesor menjalankan hingga 176 thread dalam satu soket.
Selain itu, Vera mendukung memori LPDDR5X hingga 1,5TB dengan bandwidth mencapai 1,2TB per detik. Kapasitas dan kecepatan memori tersebut di nilai sangat penting untuk menangani beban kerja AI yang semakin kompleks.
Di rancang untuk Berbagai Beban Kerja AI
Nvidia menyebut Vera dapat di gunakan sebagai prosesor mandiri untuk berbagai aplikasi AI, seperti AI agent, reinforcement learning, analitik data, hingga pemrosesan data skala besar.
Untuk kebutuhan komputasi yang lebih tinggi, Nvidia juga menghadirkan Vera CPU Rack. Sistem ini mampu menampung 256 CPU Vera sekaligus, menghasilkan total 22.528 core dan 45.056 thread dalam satu rak server.
Di padukan dengan GPU Rubin untuk Performa Maksimal
Selain beroperasi secara mandiri, Vera juga dapat di pasangkan dengan GPU Rubin dalam platform Vera Rubin.
Salah satu implementasinya adalah NVIDIA Vera Rubin NVL72 yang menggabungkan 36 CPU Vera dan 72 GPU Rubin. Keduanya terhubung melalui teknologi NVLink-C2C milik Nvidia dengan kecepatan transfer data hingga 1,8TB per detik.
Kombinasi tersebut di rancang untuk mempercepat pemrosesan model AI berukuran besar dan meningkatkan efisiensi pusat data.
OpenAI hingga Anthropic Siap Mengadopsi Vera
Nvidia mengungkapkan sejumlah perusahaan teknologi besar telah berkomitmen menggunakan CPU Vera. Di antaranya Anthropic sebagai pengembang Claude, OpenAI dengan ChatGPT, serta xAI milik Elon Musk yang mengembangkan Grok.
Tidak hanya itu, penyedia layanan cloud berskala global seperti ByteDance, CoreWeave, dan Oracle Cloud Infrastructure juga akan mengadopsi teknologi tersebut.
Vendor Server Ternama Ikut Meramaikan Ekosistem Vera
Ekosistem Vera juga mendapat dukungan dari sejumlah produsen perangkat keras terkemuka. Dell, HP, Lenovo, dan Supermicro akan menghadirkan sistem server berbasis CPU Vera.
Sementara itu, Asus, Compal, Foxconn, Gigabyte, Pegatron, Quanta Cloud Technology, Wistron, dan Wiwynn turut bergabung dalam pengembangan infrastruktur yang mendukung platform baru Nvidia.
Menariknya, Bursa Saham New York (NYSE) juga menunjukkan minat terhadap teknologi ini. Dengan volume pemrosesan mencapai 1,1 triliun pesan setiap hari, NYSE bekerja sama dengan Redpanda dan HP untuk membangun infrastruktur komputasi generasi baru yang lebih cepat dan efisien.
(Aat/*)






