Berito.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa, 21 April 2026 dengan rapor waspada. Setelah terkulai 0,52% ke level 7.594 pada penutupan kemarin, indeks kini berada dalam bayang-bayang tekanan jual yang masih masif. Para investor cenderung melakukan aksi wait and see menanti kebijakan suku bunga Bank Indonesia (RDG BI) yang akan di umumkan besok.
Ketegangan geopolitik global, terutama insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh Washington, turut menambah beban psikologis pasar. Posisi Rupiah yang bertengger di kisaran Rp17.144 per Dolar AS mempersempit ruang gerak indeks untuk segera bangkit.
Analisis Teknikal: Menguji Napas di Area Support
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengamati adanya ancaman koreksi yang cukup serius. IHSG di perkirakan bakal menguji area 7.245 hingga 7.527 untuk menutup beberapa area gap yang masih terbuka.
“IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat di perkirakan menguji 7.245-7.527, sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” ujar Herditya.
Senada, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks akan terbatas pada rentang support 7.500 dan resistance 7.850. Fokus pasar saat ini terkunci pada stabilitas nilai tukar dan inflasi inti yang berisiko naik akibat gejolak harga komoditas global.
Strategi Serok Saham “Buy on Weakness”
Di tengah potensi koreksi, muncul peluang untuk mengoleksi saham-saham dengan fundamental kuat di harga diskon. Berikut daftar belanja teknikal yang bisa di pertimbangkan:
1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Saham ini tertahan di garis MA20 meskipun ada tekanan jual. Posisi ini ideal untuk akumulasi bertahap.
-
Aksi: Buy on Weakness (675 – 720)
-
Target Price: 795, 865
-
Stop Loss: < 640
2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Emiten batubara ini tengah menyelesaikan fase koreksi wave 4. Potensi rebound masih terbuka lebar.
-
Aksi: Buy on Weakness (2.720 – 2.840)
-
Target Price: 3.120, 3.240
-
Stop Loss: < 2.660
3. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Melawan arus, TAPG justru menguat dengan volume pembelian yang meningkat signifikan.
-
Aksi: Buy on Weakness (1.845 – 1.880)
-
Target Price: 1.945, 2.050
-
Stop Loss: < 1.830
4. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Untuk Anda yang berani mengambil risiko lebih, VKTR menawarkan peluang spekulasi di harga bawah.
-
Aksi: Spec Buy (915 – 955)
-
Target Price: 1.005, 1.025
-
Stop Loss: < 905
Selain daftar di atas, saham ENRG, HRTA, dan BULL juga masuk dalam radar pantauan Pilarmas Investindo sebagai pilihan alternatif hari ini.
Tips Menghadapi Pasar Volatil
Dalam kondisi pasar yang rawan koreksi, hindari penggunaan modal seluruhnya dalam satu waktu (all-in). Gunakan strategi entry bertahap pada area support yang telah ditentukan. Mengingat sektor properti dan teknologi sedang terkoreksi tajam, diversifikasi ke sektor yang lebih defensif seperti agribisnis atau energi bisa menjadi bantalan portofolio Anda.
Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko tinggi. Artikel ini bukan perintah beli, keputusan sepenuhnya ada pada tangan investor.






