Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global(Foto:setneg)

Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global(Foto:setneg)

Berito.id – Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, penguatan hubungan Indonesia dengan Prancis di nilai menjadi langkah strategis. Kerja sama yang semakin erat antara kedua negara di anggap penting untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi dan pertahanan yang lebih luas.

Pengamat hubungan internasional, Subhan Yusuf, menilai kedekatan Indonesia dan Prancis menunjukkan upaya pemerintah memperluas ruang diplomasi di tengah perubahan tatanan global yang berlangsung cepat.

“Indonesia sedang memaksimalkan berbagai pilihan diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus memperkuat kerja sama di berbagai sektor,” ujar Subhan.

Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Menurut Subhan, salah satu fokus utama hubungan kedua negara adalah percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Selain itu, kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan kamar dagang Prancis juga terus di perkuat.

Langkah tersebut mencerminkan upaya Indonesia menarik lebih banyak investasi Prancis ke sektor-sektor strategis. Investasi itu di harapkan mampu mendukung program industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Baca Juga :  Harga Emas Spot Turun ke USD 4.698 di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

Subhan menilai kerja sama ekonomi yang semakin erat dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Sektor Pertahanan Jadi Pilar Penting

Selain ekonomi, kerja sama pertahanan menjadi salah satu aspek penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.

Saat ini Indonesia menggunakan sejumlah produk pertahanan asal Prancis, seperti pesawat tempur Rafale, kapal selam Scorpene, serta berbagai teknologi militer lainnya.

Menurut Subhan, Prancis memiliki teknologi pertahanan yang maju. Kondisi ini menjadikan Prancis sebagai mitra strategis Indonesia dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Hubungan yang semakin erat tentu menguntungkan Indonesia. Prancis memiliki teknologi militer yang sangat mumpuni,” katanya.

Membangun Diplomasi yang Setara

Subhan menilai hubungan Indonesia dan Prancis semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan diplomatik antara kedua negara. Hubungan tersebut dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menguntungkan.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan target Minimum Essential Force (MEF), tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar melalui percepatan IEU-CEPA.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Jelang Lebaran, Momen Borong atau Tunggu Dulu?

Menurutnya, hubungan kedua negara menunjukkan pola kerja sama dua arah yang di dasarkan pada kesetaraan, bukan hubungan yang bersifat subordinatif.

“Ada kesetaraan dalam postur di plomasi maupun manfaat yang di peroleh kedua pihak,” ujarnya.

Menjaga Posisi Strategis Indonesia

Subhan menilai kedekatan dengan Prancis menunjukkan kemampuan Indonesia menjalin hubungan dengan berbagai negara besar. Indonesia juga dinilai mampu menjaga posisinya tanpa terlibat dalam rivalitas antarblok dunia.

Pendekatan tersebut di nilai penting untuk menjaga posisi strategis Indonesia di tengah dinamika hubungan negara-negara Barat, BRICS, dan berbagai kekuatan ekonomi global lainnya.

Menurutnya, Indonesia saat ini berupaya membangun hubungan yang berimbang dengan berbagai pusat kekuatan dunia. Langkah itu di lakukan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah perubahan lanskap geopolitik yang semakin kompleks.

“Indonesia membangun hubungan secara kalkulatif dan seimbang agar kepentingan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global,” tutup Subhan.

(Aat/*)

Berita Terkait

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen
BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah
China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak
BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM
Defisit Neraca Pembayaran RI Melonjak Kuartal I-2026 akibat Tekanan Global
IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.187, Bursa Saham Asia Kompak Menguat
BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda
BI Batasi Pembelian Dolar Mulai Juni 2026, Strategi Redam Spekulasi Pasar Valas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:10 WIB

Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:41 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:07 WIB

China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM

Berita Terbaru

Waspada, Sering Kurang Tidur Picu Risiko Stroke Ringan
(Foto:GettyImages/Pawel Kacperek/detik)

Kesehatan

Waspada, Sering Kurang Tidur Picu Risiko Stroke Ringan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:02 WIB