Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974

Menikmati Kehangatan Kuah Kaldu Otentik Berbumbu Toleransi Lintas Generasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974
(Foto: iStock/detik)

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974 (Foto: iStock/detik)

Berito.id – Jakarta adalah surga kuliner Nusantara. Arus urbanisasi membawa berbagai makanan khas daerah ke ibu kota, termasuk Kuliner Soto Kudus legendaris di Jakarta Timur  yang terkenal dengan kuah beningnya yang gurih. Namun, sajian asal Jawa Tengah ini bukan sekadar pemuas lapar. Di balik semangkuk soto yang hangat, ada cerita sejarah tentang indahnya menghargai perbedaan.

Simbol Toleransi Sunan Kudus

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, soto asli Kudus menggunakan daging kerbau, bukan sapi. Tradisi ini bermula dari zaman Sunan Kudus. Beliau menganjurkan pemakaian daging kerbau demi menghormati umat Hindu yang mensucikan sapi. Nilai toleransi inilah yang membuat Soto Kudus menjadi simbol keharmonisan masyarakat yang terus di wariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Negara Tekor Rp276 Miliar! Polisi Bongkar Skandal Puluhan 'Barcode' Sakti di SPBU Bungo

Eksis Sejak 1974 di Otista

Kini, warga Jakarta tidak perlu jauh-jauh ke Jawa Tengah untuk mencicipinya. Salah satu tempat yang paling ikonik adalah Soto Kudus Otista di Jakarta Timur. Kedai legendaris ini sudah konsisten menjaga cita rasa aslinya sejak tahun 1974.

Soto ini disajikan dalam mangkuk kecil tradisional. Tepat saat hidangan ini tiba di meja, kuah bening kecokelatan yang mengepul langsung menebarkan aroma wangi rempah, seledri, dan bawang goreng. Kelezatan aroma tersebut langsung berpadu sempurna dengan isiannya, di mana terdapat tauge segar, suwiran daging yang empuk, serta irisan daun bawang di dalam mangkuk.

Baca Juga :  Wawako Azhar Turun Gunung, Pastikan Proyek Gudang Koperasi Merah Putih Rampung Tepat Waktu

Kuah Segar dan Sambal Hitam Khas

Rasa sotonya sangat pas di lidah. Kaldu beningnya terasa ringan, segar, dan tidak bikin enek. Rasa bawang putih dan merica berpadu seimbang tanpa saling mendominasi. Tekstur renyah dari tauge juga memberi sensasi makan yang seru.

Bagi penyuka pedas, Untuk menyempurnakan kelezatannya, jangan ragu untuk menambah lauk tambahan. Agar makin mantap, soto ini sangat cocok ditemani lauk pendamping yang tersedia di meja, seperti sate paru, sate telur puyuh, hingga perkedel hangat.

(Aat/*)

Berita Terkait

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi
Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah
Resep Tempe Bacem Air Kelapa Manis Gurih,Bumbu Meresap Dan Praktis
Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik
4 Makanan Indonesia yang Punya Jejak Kuliner Belanda
Rekomendasi 8 Lauk Pelengkap Nasi Goreng Daun Jeruk
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:10 WIB

Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:00 WIB

Resep Tempe Bacem Air Kelapa Manis Gurih,Bumbu Meresap Dan Praktis

Berita Terbaru