Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard (Foto: AI)

Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard (Foto: AI)

Berito.id – Kedaulatan finansial zona Euro memasuki babak baru. Bank Sentral Eropa (ECB) baru saja meneken perjanjian strategis dengan tiga badan penetapan standar Eropa: European Card Payment Cooperation (ECPC), nexo standards, dan Berlin Group. Langkah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan tantangan terbuka terhadap hegemoni Visa dan Mastercard yang selama ini menguasai jalur pembayaran di Benua Biru.

Kesepakatan ini memberikan Euro Digital fondasi teknis non-proprietary atau infrastruktur terbuka. Artinya, penyedia pembayaran di Eropa nantinya bisa mengadopsi sistem ini secara gratis tanpa harus menyetor biaya skema kepada pemain global.

Tiga Pilar Penopang Transaksi Masa Depan

Infrastruktur Euro Digital akan berdiri di atas tiga lapisan teknologi yang saling terintegrasi:

  1. CPACE (oleh ECPC): Fokus pada transaksi contactless melalui teknologi NFC.

  2. Nexo Standards: Menjadi jembatan antara sistem pasar dengan back-end penyedia layanan pembayaran, mendukung transaksi di mesin ATM maupun kasir toko.

  3. Berlin Group: Mengatur aturan main transfer berbasis rekening menggunakan nomor ponsel, pengecekan saldo, hingga integrasi aplikasi pedagang.

Baca Juga :  10 Aplikasi Edit Foto Terunggul, Solusi Visual Profesional di Genggaman

Faktanya, sekitar 80% pasar Eropa saat ini sudah menggunakan kerangka kerja API dari Berlin Group. Integrasi ini akan mempermudah perbankan dan pemain fintech untuk beralih tanpa harus merombak total sistem yang sudah ada.

Memutus Ketergantungan pada Sistem Global

Selama ini, Eropa terjebak dalam ketergantungan pada sistem milik swasta global. ECB menilai ketiadaan standar terbuka tunggal di terminal pembayaran membuat kawasan tersebut rentan. Dengan standar baru ini, skema kartu nasional milik negara-negara Eropa bisa berekspansi melampaui batas domestik mereka menggunakan terminal yang sudah tersedia.

Langkah ini sejalan dengan ambisi Wero, platform pembayaran yang sudah mulai beroperasi di Prancis, Jerman, dan Belgia dengan misi tunggal: mengurangi ketergantungan pada Visa, Mastercard, dan PayPal.

Baca Juga :  Lebaran 2026 Makin Hemat! Kemenpar Siapkan Paket Wisata Khusus dan Diskon Tiket Pesawat

Ganjalan Regulasi dan Kepastian Investasi

Meski secara teknis infrastruktur sudah mulai terbentuk, Euro Digital masih harus menunggu “lampu hijau” dari para pembuat undang-undang Uni Eropa. Tanpa regulasi yang sah, standar ini hanya bersifat opsional.

Anggota Dewan ECB, Piero Cipollone, menegaskan bahwa perjanjian ini adalah jalan menuju kemandirian ekonomi.

“Standar euro digital terbuka akan menyediakan alternatif bebas Eropa untuk standar kepemilikan saat ini. Ini mempermudah penyedia baru untuk masuk pasar dan memberikan kepastian bagi pedagang untuk berinvestasi, berinovasi, serta bersaing di seluruh zona euro,” tegas Cipollone.

Hadirnya Euro Digital diprediksi akan menekan biaya transaksi bagi pedagang dan memberikan perlindungan lebih kuat terhadap privasi data keuangan warga Eropa, sesuatu yang selama ini menjadi catatan pada perusahaan pembayaran asal Amerika Serikat. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru