Berito.id – Selasa, 5 Mei 2026, menjadi hari di mana Ahmad Dhani memutuskan untuk meruntuhkan tembok narasi yang ia bangun selama dua dekade. Di kediamannya yang ikonik di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pentolan Dewa 19 ini melontarkan pernyataan yang memutus spekulasi panjang mengenai keretakan rumah tangganya dengan Maia Estianty pada masa lalu.
Dhani secara gamblang menyebutkan bahwa penyebab utama perceraian mereka adalah dugaan perselingkuhan yang di lakukan oleh mantan istrinya. Sebuah pengakuan yang selama ini tersimpan rapat di balik panggung megah industri musik tanah air.
Demi Menjaga Al, El, dan Dul
Keputusan Dhani untuk bicara sekarang bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa faktor psikologis ketiga putranya Al, El, dan Dul menjadi pertimbangan utama mengapa kebenaran ini tertunda hingga 20 tahun. Saat badai perceraian itu pecah di pertengahan 2000-an, ketiga anak mereka masih berada di usia sekolah.
“Kenapa baru sekarang? Karena dulu saya tidak ingin Al, El, Dul tahu ibunya di ceraikan karena alasan tersebut. Saya menjaga mental mereka di sekolah,” tegas Dhani.
Kini, setelah ketiga putranya dewasa dan mampu mencerna dinamika hubungan orang tua secara objektif, Dhani merasa beban rahasia tersebut sudah saatnya di lepaskan. Ia bahkan mengklaim memiliki dokumen kuat berupa pernyataan tertulis yang ditandatangani untuk memperkuat argumennya.
Status Tersangka KDRT dan Dokumen Pro Justitia
Pengakuan ini muncul nyaris bersamaan dengan kembalinya akun Instagram pribadi Dhani pada 3 Mei 2026. Melalui platform tersebut, suami Mulan Jameela ini juga meluruskan catatan hitam masa lalunya terkait dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Dhani menunjukkan dokumen resmi kepolisian bertajuk Pro Justitia yang di terbitkan pada 3 November 2008. Dokumen tersebut menyatakan penghentian penyidikan (SP3) atas status tersangka yang pernah di sematkan kepadanya. Kurangnya bukti otentik menjadi dasar hukum mengapa kasus tersebut tidak berlanjut ke meja hijau. Bagi Dhani, laporan yang diajukan Maia kala itu merupakan langkah yang tidak memiliki dasar kuat. (Nd/*)






