Berito.id – Warga Kabupaten Nias Utara di kejutkan guncangan hebat pada Minggu (19/4/2026) pukul 03.06 WIB dini hari. Saat sebagian besar masyarakat masih terlelap tidur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kekuatan gempa Magnitudo 5,9. Titik koordinat menunjukkan lokasi berada di 1,14 Lintang Utara dan 97,04 Bujur Timur.
Pusat Gempa Berada di Laut
Data teknis BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, berjarak sekitar 48 kilometer arah Barat Daya Nias Utara. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 10 kilometer.
Hingga saat ini, laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa masih dalam tahap pendataan oleh otoritas setempat. Namun, satu hal yang pasti: alarm kewaspadaan harus tetap menyala. BMKG secara spesifik memberikan peringatan melalui laman resminya:
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.”
Mengapa Nias Begitu Rawan?
Indonesia berdiri di atas pertemuan lempeng tektonik aktif. Gempa bukan sekadar getaran, melainkan pelepasan energi besar akibat patahnya lapisan batuan pada kerak bumi secara tiba-tiba.
Data global dari WHO menunjukkan betapa mematikannya bencana ini jika tidak diantisipasi. Sepanjang kurun 1998-2017, gempa bumi telah merenggut setidaknya 750 ribu nyawa di seluruh dunia. Angka ini menjadi pengingat keras bahwa mitigasi adalah harga mati bagi warga yang tinggal di zona merah seperti Sumatera.
Panduan Penyelamatan Diri: Jangan Tunggu Runtuh
Saat guncangan terjadi, reaksi cepat menentukan keselamatan Anda. Berikut adalah langkah teknis evakuasi yang direkomendasikan BNPB:
-
Di Dalam Ruangan: Segera lindungi kepala. Sembunyi di bawah meja yang kokoh. Jika bangunan mulai retak dan ada akses keluar, segera lari ke area terbuka.
-
Di Dalam Mobil: Berhenti di tempat aman, keluar, dan menjauhlah dari kendaraan. Hindari berhenti di bawah jembatan atau tiang listrik.
-
Kawasan Pantai & Gunung: Jika Anda berada di pesisir Nias, segera menjauh dari pantai untuk menghindari risiko tsunami. Sebaliknya, jika di perbukitan, waspadai potensi tanah longsor.
Setelah guncangan berhenti, jangan langsung kembali ke dalam rumah. Periksa instalasi listrik dan pipa gas guna mencegah kebakaran. Pastikan Anda hanya memantau informasi dari saluran resmi seperti radio atau akun media sosial terverifikasi BMKG agar tidak terjebak hoaks yang sering beredar pascabencana. ***






