Dukung Literasi, Pemerintah Pangkas Pajak Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Literasi, Pemerintah Pangkas Pajak Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen
(Foto: Liputan6.com/Arief RH/liputan6)

Dukung Literasi, Pemerintah Pangkas Pajak Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen (Foto: Liputan6.com/Arief RH/liputan6)

Berito.id – Pemerintah resmi menyiapkan insentif pajak baru dengan memotong tarif Pajak Penghasilan (PPh) final bagi para penulis menjadi 1,5 persen. Langkah strategis ini di ambil sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang di jadwalkan meluncur pada semester II-2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk merangsang produktivitas para penulis di tanah air, khususnya di sektor karya ilmiah yang jumlahnya saat ini di nilai masih sangat minim.

“Penulis di Indonesia, terutama penulis ilmiah, jumlahnya masih sedikit. Melalui penurunan tarif dari kisaran 6 persen menjadi 1,5 persen ini, kita ingin memotivasi mereka untuk lebih aktif berkarya,” ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  Game Pertama di Dunia, Sejarah Awalnya Bikin Takjub!

Purbaya menambahkan, insentif ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat budaya literasi nasional. Pemerintah berharap pasar edukasi tidak hanya di dominasi konten digital instan, melainkan di isi oleh buku-buku ilmiah dan ekonomi bermutu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan ini telah di sepakati dalam rapat koordinasi terbatas. Fasilitas pajak ini berlaku bagi semua penulis yang karyanya memiliki nomor identifikasi resmi berupa International Standard Book Number (ISBN). Aturan teknis mengenai insentif ini nantinya akan di tuangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Siapa saja yang menulis buku dan memiliki nomor ISBN jelas, mereka berhak menerima PPh final 1,5 persen ini,” jelas Airlangga. Ia juga menyebutkan bahwa insentif literasi ini berjalan beriringan dengan program stimulus lain, seperti diskon transportasi umum, program magang nasional, serta pelatihan vokasi tenaga kerja.

Baca Juga :  Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes? Lakukan 5 Hal Ini untuk Amankan Kursi Tambahan KAI

Respons Penulis

Menanggapi kebijakan tersebut, Iksan Mahar, penulis buku Risalah dari Qatar, menilai langkah pemerintah ini sebagai sinyal positif. Meski demikian, ia berpendapat efeknya akan sangat bervariasi bagi setiap individu.

“Angka 1,5 persen ini tentu membantu sebagai stimulus. Namun, dampak nyatanya di lapangan akan berbeda-beda, karena sangat bergantung pada sistem kontrak dan persentase pembagian royalti antara penulis dan pihak penerbit,” ungkap Iksan.

( Aat/*)

Berita Terkait

Prabowo Gembleng 400 Calon Bos BUMN di Hambalang Lewat PFLP 2026
Transmisi Jambi Tersambar Cuaca Buruk, PLN Pacu Pemulihan Listrik Sumatra
Kemenbud Buka Pendaftaran GSMS 2026, Peluang Seniman Mengajar di Sekolah, Ini Jadwal dan Syaratnya
Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terjerat Judi Online, Menkomdigi Serukan Darurat Nasional
Mengulas Spesifikasi Pertamina Dex CN 53 untuk Perawatan Mesin Diesel Modern
Distribusi MinyaKita Didominasi Swasta, Bulog Ungkap Biang Kelangkaan di Pasar
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:32 WIB

Dukung Literasi, Pemerintah Pangkas Pajak Royalti Penulis Jadi 1,5 Persen

Senin, 25 Mei 2026 - 13:11 WIB

Prabowo Gembleng 400 Calon Bos BUMN di Hambalang Lewat PFLP 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:22 WIB

Transmisi Jambi Tersambar Cuaca Buruk, PLN Pacu Pemulihan Listrik Sumatra

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WIB

Kemenbud Buka Pendaftaran GSMS 2026, Peluang Seniman Mengajar di Sekolah, Ini Jadwal dan Syaratnya

Senin, 18 Mei 2026 - 19:05 WIB

Respons Purbaya Yudhi Sadewa Soal Pidato Viral Prabowo Terkait Dolar di Pedesaan

Berita Terbaru

Masjidil Haram Sepi, Jutaan Jemaah Mulai Padati Arafah (Foto:   Foto: Youtube @qurantvsa/kumparan)

Khasanah

Masjidil Haram Sepi, Jutaan Jemaah Mulai Padati Arafah

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:07 WIB