Bulog Siapkan Beras SPHP Premium Beras Kita untuk Tekan Harga Beras

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bulog Siapkan Beras SPHP Premium Beras Kita untuk Tekan Harga Beras(Foto: CNN Indonesia/Safir Makki

Bulog Siapkan Beras SPHP Premium Beras Kita untuk Tekan Harga Beras(Foto: CNN Indonesia/Safir Makki

Berito.id – Perum Bulog tengah menyiapkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kategori premium dengan nama Beras Kita. Langkah ini menjadi bagian dari upaya intervensi pasar untuk mengendalikan lonjakan harga beras premium yang terjadi di sejumlah daerah. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan usulan tersebut telah di sampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Menurutnya, usulan itu akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan selanjutnya. “Kami menyarankan kepada Pak Menteri Pertanian maupun Pak Menko Pangan untuk menentukan kebijakan berikutnya. Untuk mengatasi kenaikan harga beras premium, kami juga mengusulkan beras SPHP premium yang di beri nama Beras Kita,” ujar Rizal di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.

Tidak Hanya Beras Medium, Kini SPHP Premium Juga Di siapkan

Selama ini, program SPHP hanya menyediakan beras kategori medium. Namun, kondisi pasar menunjukkan bahwa kenaikan harga justru lebih banyak terjadi pada beras premium. Karena itu, Bulog menilai perlu menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Presiden RI Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes Negara

Rizal menjelaskan bahwa operasi pasar menggunakan beras medium belum mampu menekan harga beras premium secara maksimal. Oleh sebab itu, Bulog mulai menyusun skema penyaluran SPHP premium melalui produk Beras Kita.

Harga dan Kuota Masih Menunggu Keputusan Pemerintah

Hingga saat ini, Bulog belum menetapkan harga jual maupun jumlah beras SPHP premium yang akan di salurkan. Penetapan tersebut masih menunggu hasil rapat koordinasi terbatas pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah akan mempertimbangkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram sebagai salah satu acuan dalam menentukan harga program tersebut. Selain itu, biaya produksi beras premium juga akan di hitung agar kebijakan yang di ambil tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha.

Distribusi Akan Di sesuaikan dengan Kebutuhan Masyarakat

Terkait kuota distribusi, Bulog belum menentukan jumlah alokasi yang akan di salurkan. Volume distribusi nantinya akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan permintaan di lapangan. Menurut Rizal, menetapkan kuota sejak awal berpotensi tidak sesuai dengan kondisi pasar. Karena itu, pemerintah memilih melakukan penyesuaian secara bertahap agar distribusi lebih tepat sasaran. Ia juga menyampaikan bahwa arahan Menteri Pertanian mengenai penyediaan 2 juta ton beras komersial masih menjadi bagian dari pembahasan dalam penyusunan skema penyaluran beras SPHP premium.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Merawat Sepatu: Tetap Kinclong dan Nyaman Meski Dipakai Harian

Bulog Optimistis Operasi Pasar Lebih Efektif

Bulog menilai peningkatan produksi beras nasional ikut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Di wilayah perkotaan, misalnya, semakin banyak konsumen yang memilih beras kategori premium. Melalui kehadiran SPHP premium Beras Kita, Bulog berharap operasi pasar dapat berjalan lebih efektif. Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga di harapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap beras premium dengan harga yang tetap terjangkau.

(A/*)

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan
Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia
“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Berita Terbaru