Emas Stagnan, Investor Mulai Alihkan Likuiditas ke Bitcoin

Analisis Historis Menunjukkan Potensi Migrasi Likuiditas Saat Logam Mulia Masuk Fase Stagnan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Stagnan, Investor Mulai Alihkan Likuiditas ke Bitcoin
(Foto: duniafintech)

Emas Stagnan, Investor Mulai Alihkan Likuiditas ke Bitcoin (Foto: duniafintech)

Berito.id – Koreksi harga emas dari level tertinggi sepanjang sejarah mulai memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar. Situasi ini melahirkan spekulasi kuat bahwa para investor tengah bersiap mengubah strategi pengalihan modal mereka. Meski pasar masih menganggap emas sebagai aset aman (safe haven) utama di tengah ketidakpastian global, daya tarik imbal hasil yang lebih tinggi kini memikat sebagian investor untuk melirik Bitcoin sebagai pelabuhan baru.

Sinyal Kejenuhan Pasar Emas

Mengutip data CoinMarketCap pada Sabtu (13/6/2026), seorang pengamat pasar anonim, CryptoTice, melihat emas sedang memasuki fase stagnan setelah lonjakan besar terakhirnya. Catatan historis menunjukkan, ketika harga emas bergerak mendatar usai mencetak rekor baru, likuiditas pasar cenderung bermigrasi ke Bitcoin.

“Pergerakan besar emas biasanya akan tertahan di satu titik. Saat itulah investor mulai berburu keuntungan yang lebih tinggi di instrumen lain, dan Bitcoin kerap menjadi penampung utama dana tersebut,” ujar CryptoTice.

Baca Juga :  Jemaah Haji Mulai Padati Mina Jelang Puncak Wukuf di Arafah

Kaca Mata Sejarah Mengamati Siklus Bitcoin

Grafik perbandingan mingguan dari tahun 2015 hingga 2026 memperlihatkan tren yang konsisten: Bitcoin selalu mendapatkan momentum besar sesaat setelah emas mencapai puncaknya dan mulai bergerak mendatar.

Pasar mencatat pola nyata ini saat Bitcoin meroket hingga US$ 20.000 pada 2017, serta saat menembus kisaran US$ 69.000 sepanjang periode 2020–2021.

Kondisi Emas Konsolidasi, Kripto Menguat

Saat ini, pedagang menaruh harga emas murni di kisaran US$ 4.200 per ons, sedikit di bawah rekor tertinggi terbarunya. Di tengah ketegangan geopolitik dan ketatnya pemantauan terhadap indikator ekonomi Amerika Serikat (AS), para trader kini menunggu arah konsolidasi harga komoditas ini.

Di sisi lain, Bitcoin justru menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat setelah sempat tertekan. Saat ini, Bitcoin bertengger di level US$ 63.492, mengantongi kenaikan 2,5% hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Baca Juga :  Strategi Jitu Mengelola Game Penghasil Uang Agar Bisa Withdraw Setiap Hari

Membidik Peluang Gelombang Ketiga

Siklus pergerakan kedua aset ini memperlihatkan tiga kali akselerasi signifikan pada Bitcoin, yang semuanya terjadi mengekor fase jenuh emas. Kondisi pasar terkini mengindikasikan bahwa gelombang ketiga sedang terbentuk, seiring pulihnya mata uang kripto utama ini dari level terendahnya pada tahun 2022.

Fenomena tersebut kembali membakar semangat investor untuk memindahkan modal besar mereka dari emas ke kripto. Laporan pasar terbaru bahkan menegaskan bahwa kebangkitan Bitcoin saat ini membuka peluang emas bagi rotasi modal besar-besaran.

Pola Masa Lalu Bukan Jaminan

Kendati demikian, sejumlah pakar pasar tetap mengingatkan publik agar tidak ceroboh. Mereka menekankan bahwa sejarah tidak selalu berulang dengan pola yang sama persis. Ada kalanya emas dan Bitcoin justru bergerak naik bersamaan saat terjadi guncangan finansial, karena kedua aset ini memenuhi kebutuhan serta motivasi investor yang berbeda.

(A/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru