Meta Klaim AI Watermelon Dekati Kemampuan GPT-5.5 OpenAI

Meta mengklaim Watermelon hampir menyamai GPT-5.5 OpenAI.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 16:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Klaim AI Watermelon Dekati Kemampuan GPT-5.5 OpenAI
(Foto: AI)

Meta Klaim AI Watermelon Dekati Kemampuan GPT-5.5 OpenAI (Foto: AI)

Berito.id – Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali memanas. Meta mengklaim model AI terbarunya yang di beri nama sandi Watermelon telah menunjukkan peningkatan signifikan dan mulai mendekati kemampuan GPT-5.5 milik OpenAI. Pernyataan tersebut di sampaikan Kepala Meta Superintelligence Labs, Alexandr Wang, dalam pertemuan internal bersama para karyawan. Ia menyebut Watermelon menjadi langkah besar Meta untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing utama di industri AI generatif.

Watermelon Masih Menjalani Pelatihan

Wang menjelaskan bahwa Watermelon saat ini masih berada dalam tahap pelatihan. Model tersebut di kembangkan sebagai penerus Avocado, nama internal untuk Muse Spark yang diperkenalkan Meta pada April lalu.

Menurutnya, proses pelatihan Watermelon menggunakan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar di bandingkan model sebelumnya. Penambahan sumber daya tersebut di harapkan mampu meningkatkan kemampuan AI dalam memahami perintah, menyelesaikan tugas yang kompleks, hingga menghasilkan respons yang lebih akurat. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih kuat, Meta optimistis Watermelon mampu bersaing dengan model AI terbaik yang saat ini tersedia di pasar.

Muse Spark Akan Mendapat Pembaruan Besar

Selain membahas Watermelon, Wang juga memberikan bocoran mengenai pengembangan Muse Spark melalui akun X miliknya. Ia mengatakan Meta sedang menyiapkan pembaruan besar yang akan meningkatkan performa model tersebut. Fokus utama pengembangan mencakup kemampuan coding dan agentic capabilities, yaitu kemampuan AI untuk menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri tanpa banyak intervensi pengguna.

Baca Juga :  Bukan Cuma Phishing Biasa: Cara Canggih Hacker Bobol Data Perusahaan Pakai AI

Kemampuan tersebut kini menjadi salah satu aspek yang paling banyak di kembangkan oleh perusahaan AI karena di nilai dapat meningkatkan produktivitas pengguna, baik untuk kebutuhan bisnis maupun pengembangan perangkat lunak.

Meta Optimistis Bisa Menyaingi Kompetitor

Dalam sesi tanya jawab, Wang juga mendapat pertanyaan mengenai kesiapan Meta menghadirkan model AI pemrograman yang mampu bersaing dengan Claude Opus milik Anthropic. Ia menjawab target tersebut di yakini dapat tercapai dalam waktu dekat. Wang bahkan menyebut pengguna akan terkesan dengan teknologi yang sedang di siapkan Meta. Pernyataan itu menunjukkan kepercayaan diri Meta terhadap hasil investasi besar yang telah di gelontorkan selama beberapa tahun terakhir.

Investasi Besar Demi Mengejar Pemimpin Industri

Meta terus meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan untuk mengejar dominasi OpenAI, Google, dan Anthropic. Perusahaan telah menggelontorkan dana besar untuk membeli chip AI, memperluas pusat data, dan merekrut peneliti serta insinyur AI dari berbagai perusahaan teknologi.

Baca Juga :  Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026

Meski sudah menghabiskan miliaran dolar, banyak pengamat menilai model AI Meta masih tertinggal dari para pesaingnya. Kesenjangan itu terlihat pada performa dan kemampuan menyelesaikan tugas kompleks. Karena itu, keberhasilan Watermelon akan menjadi tolok ukur penting. Hasilnya akan menunjukkan apakah investasi besar Meta benar-benar mampu melahirkan model AI yang kompetitif di pasar global.

Persaingan AI Semakin Ketat

Kompetisi AI generatif terus berlangsung dengan cepat. OpenAI sebelumnya merilis GPT-5.5 pada April tahun ini sebagai penerus model sebelumnya. Tak lama berselang, perusahaan juga memperkenalkan GPT-5.6 pada akhir bulan lalu. Namun, model terbaru tersebut belum tersedia secara luas karena masih menunggu proses yang berkaitan dengan permintaan pemerintah Amerika Serikat.

Di tengah persaingan yang semakin sengit, setiap perusahaan teknologi berlomba menghadirkan model AI yang lebih cepat, lebih akurat, serta mampu mengerjakan berbagai tugas secara otomatis. Jika klaim Meta mengenai Watermelon terbukti dalam pengujian publik, perusahaan berpeluang memperkecil jarak dengan para pemimpin industri AI. Kehadiran model tersebut juga dapat memperkuat posisi Meta dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan yang di perkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

(A/*)

Berita Terkait

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya
Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat
Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid
Rekomendasi 5 Generator Video AI Terbaik untuk Konten Viral 2026
Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Cari Laptop Ringan untuk Kuliah dan Kerja? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB

WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Edit PDF Langsung di Dalam Chat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:00 WIB

Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI untuk Profesional Hybrid

Berita Terbaru