Pertamina Rilis BBM B50, Resmi Meluncur 1 Juli 2026

Pemerintah menuntaskan uji coba B50 dan menargetkan penghematan devisa ratusan triliun rupiah serta penurunan emisi sepanjang 2026.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Rilis BBM B50, Resmi Meluncur 1 Juli 2026
(Foto: Kementan RI
/kumparan)

Pertamina Rilis BBM B50, Resmi Meluncur 1 Juli 2026 (Foto: Kementan RI /kumparan)

Berito.id – Pemerintah bersiap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, B50, mulai 1 Juli 2026. Produk biodiesel ini menggabungkan solar dengan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit hingga 50 persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa tim masih menyelesaikan tahap akhir pengujian B50. Hingga saat ini, hasil uji coba menunjukkan performa yang cukup memuaskan dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

Bahlil menjelaskan dirinya akan kembali menggelar rapat bersama tim penguji dalam waktu dekat untuk memastikan seluruh persiapan implementasi berjalan sesuai rencana. Menurutnya, hasil pengujian terbaru memperlihatkan kualitas B50 cukup baik. Bahkan, kandungan air pada bahan bakar tersebut di nilai lebih baik di bandingkan campuran biodiesel yang di gunakan saat program B40.

B50 Gantikan Peran B40 Secara Bertahap

Saat ini Indonesia masih menjalankan program B40 yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2025. Dalam skema tersebut, solar di campur dengan biodiesel berbahan dasar minyak sawit sebesar 40 persen. Namun, pemerintah kini mulai mengarahkan transisi menuju B50 sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri.

Baca Juga :  Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pihaknya tengah menyelesaikan aturan pendukung agar penerapan B50 dapat berlangsung serentak di berbagai sektor mulai Juli 2026.

Potensi Hemat Devisa Tembus Rp157 Triliun

Pemerintah memperkirakan implementasi B50 akan memberikan dampak ekonomi yang besar hingga akhir tahun 2026. Berdasarkan proyeksi Kementerian ESDM, kebijakan tersebut berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Selain itu, nilai tambah industri crude palm oil (CPO) di perkirakan meningkat sebesar Rp24,68 triliun.

Kenaikan penggunaan biodiesel berbasis sawit juga di harapkan mampu memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Target Penyaluran Biodiesel Naik Jadi 17,60 Juta KL

Sejalan dengan penerapan B50, pemerintah turut meningkatkan target distribusi biodiesel pada 2026. Awalnya, alokasi biodiesel di tetapkan sebesar 15,64 juta kiloliter (KL). Namun setelah kebijakan B50 di terapkan mulai Juli, target tersebut naik menjadi 17,60 juta KL.

Baca Juga :  Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75%, Prioritas Jaga Rupiah dari Tekanan Global

Meski terjadi peningkatan volume penyaluran, pemerintah memastikan skema insentif tidak mengalami perubahan. Dukungan insentif tetap di fokuskan untuk sektor Public Service Obligation (PSO), sedangkan sektor non-PSO akan mengikuti mekanisme harga pasar yang berlaku.

Serap Jutaan Tenaga Kerja dan Kurangi Emisi

Selain memberikan manfaat ekonomi, program B50 juga di proyeksikan menciptakan dampak positif bagi sektor ketenagakerjaan dan lingkungan. Pemerintah memperkirakan implementasi B50 dapat menyerap sekitar 2,2 juta tenaga kerja hingga akhir 2026. Di sisi lain, penggunaan biodiesel dengan kandungan sawit yang lebih tinggi di targetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 sepanjang tahun.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

(A/*)

Berita Terkait

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870
Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Tahun 2026
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Update Harga Perak Antam 18 Juli 2026, Naik ke Rp37.900
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan II 2026 Meningkat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Senin, 20 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:00 WIB

Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Tahun 2026

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB