BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BTN Gelar Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah
( Foto:  Kementerian PUPR
/medcom )

BTN Gelar Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah ( Foto: Kementerian PUPR /medcom )

Berito.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggairahkan pasar properti nasional lewat ajang Lelang Akbar BTN 2026. Dalam program ini, sebanyak 10.000 unit rumah second (bekas) siap di lelang dengan harga miring, yakni mencapai 40 persen di bawah harga pasar normal. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen BTN dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah dari pemerintah.

SEVP Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, mengungkapkan bahwa properti bekas dan aset lelang kini kian di minati. Selain harganya yang ramah di kantong, lokasi hunian ini umumnya sudah berkembang dan di lengkapi fasilitas publik yang matang.

“Kami ingin membuka akses hunian yang lebih luas, murah, dan transparan bagi masyarakat melalui Lelang Akbar BTN 2026 ini,” ujar Benjamen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5).

Baca Juga :  CurseForge Ekspansi ke Minecraft Bedrock, Ribuan Addon Kini Gratis Tanpa Minecoins

Masyarakat yang berminat dapat langsung melihat katalog dan melakukan transaksi secara digital. Seluruh aset lelang ini dapat di akses melalui situs Balelelang.btn.co.id atau aplikasi seluler Bale by BTN. Pilihan properti yang tersedia sangat beragam, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa.

Pada tahun 2026 ini, BTN membidik target kesuksesan lelang sebesar 35 persen. Target tersebut cukup optimistis mengingat pada tahun 2025 lalu, BTN mencatatkan rekor performa lelang tertinggi di antara bank Himbara dengan realisasi mencapai 34,4 persen.

Kemudahan KPR Bunga Low Flat

Untuk mempermudah pembeli, BTN meluncurkan produk pembiayaan khusus bernama KPR BTN Maju. Fasilitas ini menawarkan berbagai keuntungan menarik, antara lain:

  • Suku bunga ringan: Mulai dari 5 persen fixed (tetap) selama 5 tahun.

  • Uang muka (DP) murah: Mulai dari 1 persen saja.

  • Tenor panjang: Jangka waktu cicilan hingga 30 tahun.

Baca Juga :  Rekomendasi Kafe Hits Bandung: Suasana Aesthetic, Menu Juara, Plus Hiburan Live Music

Pakar Properti, Panangian Simanungkalit, menilai momen ini sebagai peluang emas bagi pemburu hunian maupun investor. Menurutnya, pasar rumah bekas adalah solusi jitu di tengah keterbatasan pasokan rumah baru dan tingginya angka kebutuhan (backlog) perumahan nasional.

Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Keuangan. Direktur Lelang DJKN, Syukriah HG, menyatakan bahwa agenda yang bertepatan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia ini merupakan bukti nyata modernisasi instrumen ekonomi. Saat ini, DJKN terus melakukan digitalisasi sistem agar proses lelang berjalan lebih cepat, aman, dan transparan bagi publik. (Aat/*)

Berita Terkait

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen
China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak
BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM
Defisit Neraca Pembayaran RI Melonjak Kuartal I-2026 akibat Tekanan Global
IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.187, Bursa Saham Asia Kompak Menguat
BI Rate Tembus 5,25%, Saatnya Ambil KPR Sekarang atau Lebih Baik Ditunda
BI Batasi Pembelian Dolar Mulai Juni 2026, Strategi Redam Spekulasi Pasar Valas
Pekerja Informal Sulit KPR? Skema Rent to Own Jadi Solusi Rumah Subsidi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:41 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:07 WIB

China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM

Senin, 25 Mei 2026 - 12:03 WIB

Defisit Neraca Pembayaran RI Melonjak Kuartal I-2026 akibat Tekanan Global

Berita Terbaru