Berito.id – FBC Aesthetic and Revitalization Center menggelontorkan investasi mendekati angka Rp2 miliar. Dana besar ini di alokasikan untuk mengadopsi XERF, mesin pengencangan kulit mutakhir besutan Cynosure Lutronic asal Korea Selatan.
Teknologi non-bedah tersebut resmi di perkenalkan kepada publik pada Kamis, 21 Mei 2026. Mengandalkan metode gelombang monopolar, perangkat ini menjadi opsi baru bagi perempuan yang menginginkan wajah kencang tanpa melalui prosedur meja operasi.
Perangkat medis ini merupakan buah kolaborasi dua raksasa estetika dunia, yaitu Cynosure dari Amerika Serikat dan Lutronic dari Korea Selatan. Integrasi global tersebut kini menjadi topik hangat di kalangan periset kecantikan internasional.
“XERF kami pilih karena dapat mempercantik tanpa harus melakukan operasi plastik. Kami menawarkan diferensiasi yang nyata, terutama dari sisi kenyamanan pasien melalui advanced cooling system,” ujar Pemilik FBC Aesthetic and Revitalization Center, dr. Fanda Bahtiar.
Sistem pendingin canggih pada mesin ini menjaga stabilitas suhu permukaan kulit sepanjang prosedur. Distribusi gelombang elektriknya berjalan seimbang, sehingga meminimalkan rasa nyeri secara signifikan selama sesi terapi berlangsung. Langkah ini sengaja di ambil demi mendongkrak standar pelayanan pasien ke level tertinggi.
Perbandingan Biaya: Lebih Efisien dari Bedah Plastik
FBC Clinic mematok tarif layanan pengencangan kulit menyeluruh ini pada kisaran Rp27 juta hingga Rp32 juta. Bagi konsumen yang hanya membutuhkan perawatan pada area spesifik, tersedia opsi parsial dengan biaya Rp5,2 juta per satu titik wajah.
Angka tersebut jauh lebih ekonomis daripada prosedur bedah estetika konvensional. Operasi plastik di luar negeri umumnya menguras kantong sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta. Dengan demikian, pengeluaran untuk terapi XERF hanya berkisar sepersepuluh dari total anggaran operasi biasa.
Evaluasi Klinis Langsung dari Korea Selatan
Kehadiran teknologi ini di tanah air di dukung penuh oleh idsMED Aesthetics selaku distributor resmi. Perusahaan memastikan pasokan gawai medis berkualitas global demi menyokong ekosistem bisnis kecantikan domestik.
“Kami mengapresiasi FBC Clinic yang terus menunjukkan konsistensi dalam mengadopsi inovasi terkini,” kata Vice President of idsMED Aesthetics, Andy Rahardja.
Sebelum resmi dilepas ke pasar Indonesia, pengujian ketat telah dilakukan terlebih dahulu. Pihak distributor memboyong tim dokter ahli langsung ke Korea Selatan untuk membedah fungsionalitas alat.
Head of Aesthetics idsMED, Marisa Theresia, menjelaskan bahwa evaluasi langsung di Korsel sangat krusial untuk memahami aspek klinis XERF secara mendalam. Hasil peninjauan menunjukkan respons positif dari para pengguna. Prosedur ini terbukti memberikan efek pemulihan (downtime) yang sangat cepat, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi industri perawatan estetika nasional. (Nd/*)






