Emas Kembali Jadi Primadona di Tengah Risiko Stagflasi, Ini Kata Pakar Wall Street

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Kembali Jadi Primadona di Tengah Risiko Stagflasi, Ini Kata Pakar Wall Street (Foto: AI)

Emas Kembali Jadi Primadona di Tengah Risiko Stagflasi, Ini Kata Pakar Wall Street (Foto: AI)

Berito.id – Ketegangan di Timur Tengah yang sempat memanas mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Memasuki pekan kedua gencatan senjata terkait konflik Iran, investor global kini kembali melirik logam mulia sebagai instrumen lindung nilai utama. Tren penguatan harga yang terjadi selama tiga minggu beruntun menjadi sinyal kuat bahwa “kilau” emas belum meredup di mata pelaku pasar.

Berdasarkan survei mingguan terbaru dari Kitco News, Senin (13/4/2026), optimisme menyelimuti Wall Street (analis profesional) maupun Main Street (investor ritel). Mereka meyakini emas masih memiliki ruang tumbuh yang lebar meski di hantui volatilitas tinggi.

Titik Terendah Sudah Terlewati?

Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai bahwa pasar telah melewati fase kritis. Ia mengamati pergerakan harga emas perlahan mulai merangkak naik secara konsisten.

“Emas perlahan terus menguat. Pergerakannya memang tidak merata, tetapi saya percaya kita sudah melihat titik terendah pasca pemboman Iran,” tutur Day.

Ia menambahkan, jika stabilitas politik ini terus bertahan, perhatian pasar akan kembali pada faktor ekonomi makro dan kebijakan moneter. Namun, emas tetap memiliki “asuransi” alami. “Jika konflik kembali memanas, peran emas sebagai aset safe haven akan kembali menguat secara instan,” imbuhnya.

Proyeksi Optimistis hingga Level USD 5.000

Senada dengan Day, Rich Checkan selaku Presiden dan COO Asset Strategies International, meyakini penurunan harga yang terjadi beberapa waktu lalu hanyalah koreksi sesaat yang berlebihan. Checkan bahkan memberikan proyeksi yang cukup berani bagi pemegang logam mulia jangka panjang.

Baca Juga :  Kumpulan Kode Redeem FF Hari Ini 2 April 2026: Solusi Upgrade Akun Tanpa Top-Up

“Saya masih percaya penurunan harga sebelumnya terlalu berlebihan. Kita berpotensi menuju level USD 5.000 bahkan lebih,” tegas Checkan. Meski demikian, ia memberikan catatan penting bahwa retaknya kesepakatan damai antara Iran, Amerika Serikat, atau Israel tetap menjadi risiko jangka pendek yang bisa memicu tekanan mendadak.

Analisis Teknikal: Waspada Konsolidasi dan Risiko Stagflasi

Di sisi lain, tidak semua pakar menyarankan untuk langsung masuk ke pasar tanpa perhitungan. Analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom, melihat adanya potensi pelemahan teknikal dalam waktu dekat. Menurutnya, momentum kontrak berjangka untuk bulan Juni sudah mendekati titik jenuh beli (peak).

Sementara itu, Kepala Strategi Pasar SIA Wealth Management, Colin Cieszynski, melihat emas sedang dalam fase konsolidasi atau bergerak menyamping (sideways).

“Setelah lonjakan besar, wajar jika terjadi koreksi dan konsolidasi. Saat ini kita berada di tengah rentang harga USD 4.400 hingga USD 5.200,” jelas Cieszynski.

Baca Juga :  Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Bursa Asia Pasifik Bergerak "Campur Aduk"

Cieszynski juga memperingatkan pelaku pasar mengenai ancaman stagflasi kondisi di mana pertumbuhan ekonomi melambat namun inflasi tetap tinggi. Gangguan di sektor energi akibat dinamika geopolitik dapat memperparah kondisi ini, yang secara historis justru sering menjadi pendorong bagi penguatan harga emas lebih lanjut.

Sentimen Pasar Pekan Ini

Hasil survei Kitco menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih berada di kubu bullish. Sebanyak 50% analis Wall Street memperkirakan kenaikan harga, sementara investor ritel jauh lebih optimistis dengan angka 63%.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi, pergerakan emas pekan ini akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi global dan stabilitas di zona konflik. Membeli saat harga sedang berkonsolidasi di rentang bawah bisa menjadi strategi bijak, namun tetap waspadai pernyataan-pernyataan pejabat global yang bisa menggerakkan pasar secara tiba-tiba.

Tips Praktis untuk Pembaca:

  • Diversifikasi Bertahap: Jangan menempatkan seluruh dana dalam satu waktu. Gunakan teknik dollar-cost averaging untuk meminimalisir risiko volatilitas.

  • Pantau Geopolitik: Dalam kondisi saat ini, berita politik luar negeri memiliki pengaruh yang sama besarnya dengan data ekonomi terhadap harga logam mulia.

Bagaimana menurut Anda, apakah ini waktu yang tepat untuk menambah koleksi emas di portofolio Anda? (Nd)

Berita Terkait

951 Pinjol Ilegal Diblokir OJK, Segera Cek Daftar Resminya di Sini
Daftar Game Simulasi Penghasil Uang 2026: Terbukti Cair Langsung ke Rekening Bank Lokal
Cara Main Game NFT Penghasil Kripto Gratis untuk Pemula
Terbukti Membayar! 5 Game Penghasil Uang Saldo DANA Tercepat 2026 Tanpa Undang Teman
Begini Cara Metode Snowball Bebaskan Anda dari Jeratan Pinjol
Waspada Investasi Bodong, Gunakan Aplikasi Saham Legal OJK Berikut untuk Masa Depan
5 Game Penghasil Uang Viral April 2026 yang Terbukti Membayar ke DANA
11 Game Penghasil Uang April 2026 yang Langsung Masuk ke Saldo DANA
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:00 WIB

951 Pinjol Ilegal Diblokir OJK, Segera Cek Daftar Resminya di Sini

Senin, 13 April 2026 - 07:00 WIB

Daftar Game Simulasi Penghasil Uang 2026: Terbukti Cair Langsung ke Rekening Bank Lokal

Minggu, 12 April 2026 - 17:00 WIB

Cara Main Game NFT Penghasil Kripto Gratis untuk Pemula

Minggu, 12 April 2026 - 06:30 WIB

Terbukti Membayar! 5 Game Penghasil Uang Saldo DANA Tercepat 2026 Tanpa Undang Teman

Sabtu, 11 April 2026 - 18:00 WIB

Begini Cara Metode Snowball Bebaskan Anda dari Jeratan Pinjol

Berita Terbaru

iPhone 17 Pro Edisi Khusus Ini Dijual Rp184 Juta (Foto: medcom)

Gadget

iPhone 17 Pro Edisi Khusus Ini Dijual Rp184 Juta

Senin, 13 Apr 2026 - 16:00 WIB