Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah

BMKG Ungkap Peralihan Menuju Musim Kemarau Semakin Meluas, Namun Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah
(Foto: Getty Images
/iStockphoto/detik)

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah (Foto: Getty Images /iStockphoto/detik)

Berito.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG memprediksi hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Juni 2026. Namun, intensitas hujan mulai menurun karena musim kemarau semakin meluas.

BMKG mencatat pada Dasarian III Juni 2026, wilayah yang memasuki musim kemarau terus bertambah. Pada periode 19–25 Juni 2026, curah hujan secara umum berada pada kategori di bawah normal. Wilayah yang terdampak kondisi ini meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Pengaruh ENSO Mulai Melemahkan Pembentukan Hujan

BMKG menjelaskan kondisi ini berkaitan dengan perkembangan fenomena iklim global El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Indikator iklim menunjukkan kecenderungan fase hangat moderat di Samudra Pasifik tropis. Nilai Niño 3.4 tercatat +0,92, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) berada di -23,1.

Kondisi tersebut menekan peluang pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Hujan Masih Bisa Terbentuk di Wilayah Tertentu

Meski tren menurun, BMKG menegaskan potensi hujan tetap ada. Aktivitas atmosfer regional dan faktor lokal masih mendukung pertumbuhan awan hujan. Dalam sepekan, BMKG memprediksi terbentuknya pola siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Samudra Hindia barat Sumatra. Kondisi ini memicu pertemuan angin dan perlambatan massa udara.

Baca Juga :  Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM

Selain itu, atmosfer lokal di beberapa wilayah masih labil dan mendukung pembentukan awan konvektif.

Wilayah yang berpotensi terdampak hujan meliputi:

  • Aceh
  • Riau
  • Sumatra Selatan
  • Kalimantan Tengah dan Selatan
  • Sulawesi Barat dan Tenggara
  • Maluku Utara
  • Papua

Potensi Hujan Lebat Masih Mengintai

BMKG juga mencatat beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Periode 19–21 Juni 2026:

  • Sumatra Utara
  • Kepulauan Bangka Belitung

Periode 22–25 Juni 2026:

  • Papua Pegunungan

Pola Cuaca Terkini: Kemarau Menguat, Hujan Lokal Masih Terjadi

Pada analisis Dasarian I Juni 2026, wilayah kemarau terus meluas. Area terdampak meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua Selatan.

Baca Juga :  Harga Toyota Avanza Per April 2026

Namun, hujan signifikan masih tercatat di wilayah Indonesia bagian utara dan kawasan ekuator.

Pada 15–18 Juni 2026, curah hujan tinggi terjadi di beberapa daerah:

  • Kalimantan Barat: 165 mm/hari
  • Sumatra Utara: 113 mm/hari
  • Aceh: 96 mm/hari
  • Sumatra Barat: 94 mm/hari
  • Jambi: 74 mm/hari
  • Kepulauan Riau: 62 mm/hari

Aktivitas Atmosfer Jadi Pemicu Hujan Ekstrem Lokal

BMKG menjelaskan hujan lebat dipengaruhi beberapa fenomena atmosfer. Di antaranya gelombang Rossby ekuatorial, gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra.

Kombinasi fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi dan belokan angin. Kondisi ini memperkuat pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Kesimpulan

Hujan di bulan Juni 2026 masih terjadi di Indonesia, tetapi cenderung melemah seiring dominasi musim kemarau. Meski begitu, cuaca ekstrem lokal tetap perlu diwaspadai karena dinamika atmosfer masih aktif di sejumlah wilayah.

(A/*)

Berita Terkait

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel
Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM
Indomobil eMotor Tyranno X Meluncur di Jakarta Fair 2026
Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun
Cara Cek Tagihan Listrik Lewat HP dengan PLN Mobile
Pertamina Rilis BBM B50, Resmi Meluncur 1 Juli 2026
10 Negara Teraman Dan Terdamai di Dunia Tahun 2026
MIND ID Unjuk Gigi Kelola Limbah Tambang di Invirotech 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:10 WIB

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:00 WIB

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:00 WIB

Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:05 WIB

Indomobil eMotor Tyranno X Meluncur di Jakarta Fair 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:03 WIB

Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun

Berita Terbaru

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel
(Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo
/cnbc)

Lifestyle

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel

Minggu, 21 Jun 2026 - 16:10 WIB

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah
(Foto: Getty Images
/iStockphoto/detik)

Lifestyle

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah

Minggu, 21 Jun 2026 - 15:00 WIB

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO
(Foto: bloombergtechnoz)

Finansial

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:00 WIB

Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM
(Foto: agrofarm)

Lifestyle

Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:00 WIB