IHSG Anjlok 1,78 Persen di Pembukaan Pagi: Investor Mulai ‘Aksi Jual’ Masif?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Anjlok 1,78 Persen di Pembukaan Pagi: Investor Mulai 'Aksi Jual' Masif? (Foto: MI)

IHSG Anjlok 1,78 Persen di Pembukaan Pagi: Investor Mulai 'Aksi Jual' Masif? (Foto: MI)

Berito.id – Lantai bursa mengawali pekan dengan rapor merah yang cukup mengkhawatirkan bagi para pelaku pasar. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) langsung terjun bebas begitu bel pembukaan perdagangan berbunyi. Tekanan jual yang masif membuat indeks kebanggaan Indonesia ini tak berdaya menghadapi sentimen negatif yang menyelimuti pasar global maupun domestik.

Gerak indeks yang melorot tajam ini menjadi sinyal bagi para investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Pelemahan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar yang sedang mencari titik keseimbangan baru.

Indeks Terkapar di Zona Merah

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, IHSG tercatat merosot hingga 1,78 persen. Angka ini menunjukkan adanya koreksi yang cukup dalam dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebagian besar saham-saham blue chip yang biasanya menjadi penopang indeks justru terpantau berguguran.

Baca Juga :  Prabowo Minta Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Stabil

Kondisi ini di picu oleh dominasi aksi jual, baik dari investor domestik maupun asing yang memilih untuk mengamankan aset mereka. Penurunan ini tidak hanya terjadi pada satu sektor, melainkan merata ke berbagai sektor strategis seperti perbankan, manufaktur, hingga energi.

Sentimen Global dan Ketidakpastian Ekonomi

Penyebab utama melandainya IHSG pagi ini diduga kuat berasal dari tekanan pasar global. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat serta fluktuasi harga komoditas dunia memaksa investor untuk bersikap defensif.

Selain faktor eksternal, kondisi ekonomi dalam negeri yang sedang menyesuaikan dengan data inflasi terbaru turut memberikan beban tambahan. Sentimen negatif ini dengan cepat merambat ke lantai bursa, memicu kepanikan jangka pendek di kalangan trader harian.

Strategi Menghadapi Pasar yang Volatil

Bagi investor ritel, penurunan tajam seperti ini sering kali memicu dorongan untuk panic selling. Namun, para analis menyarankan agar tetap tenang dan melihat kembali fundamental perusahaan yang di miliki.

Baca Juga :  Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Koreksi pasar sebenarnya adalah hal yang wajar dalam siklus investasi. Terkadang, penurunan harga saham yang berkualitas justru menjadi peluang untuk melakukan average down atau membeli saham bagus di harga yang lebih terjangkau.

Tips Praktis untuk Investor Saat Market Anjlok:

  • Pantau Level Support: Perhatikan level support kuat IHSG berikutnya untuk melihat potensi pembalikan arah.

  • Diversifikasi Sektor: Jangan menaruh semua dana pada satu sektor yang sedang tertekan hebat, misalnya sektor teknologi atau properti.

  • Cek Aliran Dana Asing: Pantau apakah penurunan ini disertai dengan keluarnya dana asing secara besar-besaran (net foreign sell) atau hanya koreksi teknis sesaat.

(Nd)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru