Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab

Warisan Abadi Khalifah Umar bin Khattab yang Menjadi Acuan Umat Muslim Dunia Selama 14 Abad

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab
(Foto: bmm.or)

Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab (Foto: bmm.or)

Berito.id – Muslim di berbagai belahan dunia saat ini tengah menyambut kehadiran Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah. Sistem penanggalan resmi ini berakar dari masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, tepatnya sekitar tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi.

Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Ahmad Sarwat, menjelaskan bahwa manusia sejak dahulu kala telah mengadopsi dua metode kalender. Pertama adalah sistem syamsiyah yang mengandalkan rotasi bumi mengitari matahari. Kedua yaitu sistem qamariyah yang melacak pergerakan bulan mengelilingi bumi.

“Masyarakat kuno sudah mempraktikkan kedua kalkulasi ini jauh sebelum masa kenabian Muhammad SAW. Bangsa Arab dan kaum Yahudi, misalnya, condong menggunakan hitungan qamariyah berbasis orbit bulan,” ujar Ustadz Ahmad Sarwat melalui situs resmi Rumah Fiqih Indonesia.

Dalam kalender berbasis bulan ini, durasi bulanan bersifat dinamis, berkisar antara 29 hingga 30 hari. Satu tahun penuh merangkum 12 bulan, yang meliputi Muharram, Safar, Rabiul Awwal, Rabiuts Tsani, Jumadil Awwal, Jumadits Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Zulkaidah, hingga Zulhijjah.

Meskipun akrab dengan nama bulan, masyarakat Arab pra-Islam rupanya belum mengenal konsep angka tahun. Mereka terbiasa menyebutkan hari dan nama bulan tanpa menyematkan identitas tahunnya. Ustadz Sarwat menambahkan, warga kala itu jamak mengetahui tanggal seperti 1 Muharram, namun tidak memiliki acuan tahun berapa peristiwa tersebut berlangsung.

Baca Juga :  BBM dan LPG Nonsubsidi Melambung: Strategi Atur Budget Biar Mobilitas Tetap Jalan Tanpa Dompet Jebol

Inisiatif Umar bin Khattab Menyusun Angka Tahun

Kebutuhan akan administrasi yang lebih rapi memuncak saat Umar bin Khattab memegang kendali kekhalifahan. Urgensi ini mencuat sewaktu Umar menerima sebuah surat dinas tanpa keterangan tahun, yang memicu kerancuan dalam urusan pemerintahan. Sang pengirim menulis pesan singkat yang berbunyi, “Saya telah menerima surat dari Anda yang tidak ada angka tahunnya.”

Merespons kendala tersebut, Khalifah Umar segera mengumpulkan para sahabat Nabi untuk menggelar musyawarah. Forum diskusi ini berlangsung sekitar 17 tahun pasca-migrasi Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Setelah menimbang berbagai opsi, forum menyepakati momentum hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula kalender Islam. Para sahabat memilih peristiwa ini karena sarat makna simbolis sekaligus menjadi tonggak krusial bagi dakwah dan perluasan peradaban Islam.

“Musyawarah saat itu tidak mengubah tatanan tanggal atau bulan, melainkan murni merumuskan penomoran tahun. Mengingat, komponen tahun itulah yang sebelumnya absen. Sementara untuk formula hitungannya tetap memakai sistem qamariyah tradisional Arab,” tutur Ustadz Sarwat.

Baca Juga :  StarBe Resmi Rilis Single Inferno, Gandeng Penulis Lagu Internasional Shorelle

Dampak Besar Penggunaan Kalender Hijriyah

Langkah taktis Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriyah tersebut melahirkan sistem penanggalan formal bagi umat Muslim. Otoritas kekhalifahan menetapkan tahun migrasi Nabi (622 Masehi) sebagai tahun pertama dalam kalender baru ini.

Sebagai kalender berbasis lunar, sistem Hijriyah mencakup 12 bulan dengan total 354 atau 355 hari per tahun. Kehadiran kalender ini membawa perubahan masif bagi manajemen peradaban Islam. Selain mempermudah dokumentasi kronologi sejarah, penanggalan ini juga memandu umat dalam menjalankan ibadah wajib serta merayakan hari besar, mulai dari puasa Ramadhan, Idul Fitri, hingga Idul Adha.

Kini, setelah melewati waktu lebih dari 14 abad, warisan agung Khalifah Umar bin Khattab ini tetap tegak berdiri. Umat Islam sedunia masih setia menggunakannya sebagai panduan spiritual dan kultural yang tak lekang oleh zaman.

(A/*)

Berita Terkait

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026
Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota
Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026 Beserta Niatnya
Sejarah Penetapan 1 Muharram, Asal-Usul Kalender Hijriah
Kisah Dr Fitri Rezkiani, Petugas Haji Sultra Wafat di Makkah
Koper Jemaah Haji Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Minta Maaf
Pasar Kakiyah Jadi Surga Oleh-oleh Jemaah Haji
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:00 WIB

Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:01 WIB

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:05 WIB

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026 Beserta Niatnya

Berita Terbaru

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri
(Foto: honestdocs)

Kesehatan

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri

Minggu, 21 Jun 2026 - 17:15 WIB

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel
(Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo
/cnbc)

Lifestyle

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel

Minggu, 21 Jun 2026 - 16:10 WIB

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah
(Foto: Getty Images
/iStockphoto/detik)

Lifestyle

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah

Minggu, 21 Jun 2026 - 15:00 WIB

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO
(Foto: bloombergtechnoz)

Finansial

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:00 WIB