Berito.id – Umat Islam di seluruh dunia memperingati Tahun Baru Islam setiap tanggal 1 Muharram. Oleh karena itu, sejarah penetapan 1 muharam sebagai tahun baru islam, Apakah sejak zaman Rasulullah SAW, atau baru lahir setelah beliau wafat.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kalender Hijriah tidak lahir di masa Nabi Muhammad SAW. Sistem penanggalan ini merupakan hasil musyawarah (ijtihad) para sahabat pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.
Kondisi Administrasi di Zaman Nabi
Merujuk pada buku Kalender Hijriah Dalam Kajian Syari’ah dan Astronomi karya Hj. Vivit Fitriyanti, masyarakat Arab zaman dahulu sebenarnya sudah akrab dengan nama-nama bulan seperti Muharram, Safar, hingga rabiul Awal. Sayangnya, mereka belum memiliki sistem penomoran tahun yang baku.
Penduduk Arab biasanya menandai tahun berdasarkan peristiwa besar yang terjadi saat itu. Ketiadaan angka tahun ini membuat dokumen dan surat resmi sering kali membingungkan karena hanya mencantumkan nama bulan.
Masalah baru muncul saat wilayah Islam meluas di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA. Pengiriman surat resmi dari Madinah ke berbagai daerah sering memicu kekacauan administrasi akibat tidak adanya tanggal tahun yang jelas.
Musyawarah Besar Para Sahabat
Melansir buku Ensiklopedia Islam karya Hafidz Muftisany, Khalifah Umar bin Khattab akhirnya mengumpulkan para sahabat senior sekitar tahun 17 Hijriah. Pertemuan penting ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar seperti Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Talhah bin Ubaidillah, dan Zubair bin Awwam.
Agenda utamanya adalah menentukan peristiwa bersejarah yang paling tepat untuk dijadikan titik awal kalender Islam. Ada empat opsi peristiwa yang muncul dalam diskusi:
-
Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.
-
Tahun saat beliau diangkat menjadi Rasul.
-
Tahun wafatnya Rasulullah SAW.
-
Tahun hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah.
Setelah bertukar pikiran, para sahabat sepakat memilih momentum hijrah sebagai awal mula hitungan tahun Islam. Melalui keputusan tersebut, Khalifah Umar menetapkan tanggal 1 Muharram tahun 1 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 15 Juli 622 Masehi.
Mengapa Memilih Bulan Muharram
Sebuah fakta menarik terungkap: Rasulullah SAW sebenarnya berhijrah pada bulan Rabiul Awal, bukan bulan Muharram. Meski begitu, para sahabat tetap memilih Muharram sebagai bulan pembuka dalam kalender Hijriah.
Sistem penanggalan berbasis peredaran bulan mengelilingi bumi (qomariyah) ini kemudian resmi menjadi acuan administrasi negara. Warisan berharga dari era Khalifah Umar ini terus dijaga dan digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia hingga hari ini.
(A/*)






