Waspada Ledakan Campak di Jambi: 300 Anak Terpapar, RS Mulai Perketat Ruang Isolasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 20:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza

Berito.id, Jambi – Alarm kewaspadaan berbunyi kencang di Kota Jambi. Penyakit campak kini menyebar cepat hingga menginfeksi lebih dari 300 orang. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menaikkan status kesiagaan di seluruh fasilitas medis.

Data terbaru per 13 April 2026 mengungkapkan fakta mengkhawatirkan: wilayah Kenali Besar kini menduduki posisi puncak dengan 57 kasus. Angka ini menjadikan kawasan tersebut sebagai “titik panas” penyebaran yang dipantau ketat oleh otoritas kesehatan.

Anak Usia Dini Jadi Kelompok Paling Terpukul

Mayoritas pasien yang tumbang akibat virus ini adalah anak-anak dalam rentang usia 0 hingga 6 tahun. Kepala Dinkes Kota Jambi, Elvi Roza, menyebutkan bahwa rapuhnya benteng pertahanan imun pada anak usia dini menjadi pintu masuk utama virus.

Kondisi tersebut diperparah oleh masih adanya celah pada cakupan imunisasi dasar di masyarakat. Elvi menegaskan, tidak ada cara yang lebih efektif untuk melindungi buah hati selain melengkapi imunisasi mereka.

“Mari kita dukung program imunisasi agar anak tetap sehat dan terlindungi dari campak,” ujar Elvi.

Baca Juga :  Demo Warhammer 40K, Boltgun 2 Rilis di Steam, Intip Detail Gameplay dan Karakter Baru

Skrining Ketat di Rumah Sakit: Pintu Masuk hingga Ruang Perawatan

Mengantisipasi penularan silang di lingkungan medis, seluruh rumah sakit kini menerapkan protokol berlapis. Petugas kesehatan diinstruksikan untuk menyaring setiap pasien yang datang, terutama mereka yang menunjukkan gejala klinis campak atau memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi.

Penyaringan ini dilakukan sejak pasien menginjakkan kaki di pintu masuk, Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli rawat jalan, hingga ke ruang perawatan.

“Kami meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan skrining terhadap pasien bergejala campak serta menyiapkan ruang isolasi jika ditemukan kasus,” tegasnya.

Proteksi Ekstra untuk Tenaga Medis

Langkah antisipasi tidak hanya menyasar pasien. Para tenaga medis yang berada di garis depan juga mendapatkan atensi khusus. Berdasarkan arahan terbaru, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) kini menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, manajemen jam kerja diatur ulang guna memastikan petugas tetap bugar dan memiliki daya tahan tubuh yang prima. Upaya ini mencakup:

  • Penguatan tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

  • Pengawasan ketat melalui unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).

  • Rencana pemberian imunisasi campak tambahan khusus bagi tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Tanpa Ribet, Strategi 90/10 Warren Buffett Bongkar Mitos Investasi Harus Rumit

“Kami meminta tenaga kesehatan menggunakan APD dan mengatur jadwal kerja agar tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup guna meminimalkan risiko penularan,” tambah Elvi.

Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Campak bukanlah penyakit musiman biasa. Virus ini mampu melesat melalui udara dan percikan droplet. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia) hingga gangguan otak permanen mengintai anak-anak yang belum terproteksi imunisasi.

Orang tua diminta segera bertindak jika menemui gejala awal pada anak, seperti:

  1. Demam tinggi yang mendadak.

  2. Batuk dan pilek yang menetap.

  3. Munculnya ruam kemerahan khas yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Deteksi dini dan kesadaran untuk melakukan isolasi mandiri menjadi kunci utama agar rantai penularan di lingkungan rumah tangga tidak terus memanjang. Pemerintah Jambi berharap kolaborasi aktif warga mampu menekan angka kasus sebelum wabah ini meluas ke wilayah yang lebih luas. (Nd)

Berita Terkait

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai
Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi
Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah
Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik
Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak
Tradisi Nyerau Awali Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

Bahaya Ngorok Saat Tidur, Dokter Ungkap Risiko Serangan Jantung yang Mengintai

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:10 WIB

Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Berita Terbaru