Nvidia Amankan Rantai Pasok Fisik, Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Serat Optik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Nvidia Amankan Rantai Pasok Fisik, Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Serat Optik

Ilustrasi. Nvidia Amankan Rantai Pasok Fisik, Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Serat Optik

Berito.idDominasi pasar chip AI belum membuat Nvidia berpuas diri. Perusahaan pimpinan Jensen Huang ini mulai bergerak agresif membenahi hambatan fisik di tingkat infrastruktur. Melalui suntikan dana sebesar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5 triliun, Nvidia resmi menggandeng Corning untuk mempercepat pembangunan sarana pendukung transmisi data.

Dana segar tersebut di alokasikan untuk mendirikan tiga pabrik baru di Texas dan Carolina Utara, Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah memproduksi serat optik khusus pusat data AI. Langkah ini memberikan Nvidia kendali strategis atas distribusi komponen vital di pasar domestik AS.

Lonjakan Kapasitas Produksi Domestik

Proyek ambisius ini di perkirakan akan menciptakan lapangan kerja bagi 3.000 orang. Dampak teknisnya masif. Kapasitas produksi serat optik Corning di AS diproyeksikan melonjak hingga 10 kali lipat. Secara nasional, ketersediaan kabel optik di Amerika Serikat akan terangkat lebih dari 50 persen.

Corning bukan pemain baru dalam industri ini. Meski publik lebih mengenal mereka lewat Gorilla Glass pada layar ponsel, perusahaan ini memegang takhta sebagai produsen kabel optik terbesar global dengan pangsa pasar 10,4 persen. Keahlian mereka dalam ilmu kaca dan fisika optik menjadi alasan utama Nvidia memilih kemitraan ini.

Baca Juga :  Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar

Mengapa Chip AI Butuh Kaca?

Akselerator AI membutuhkan jalur komunikasi yang luar biasa cepat. Bayangkan sistem AI modern sebagai ribuan otak yang bekerja serentak. Mereka wajib bertukar data berukuran raksasa dalam hitungan milidetik. Kabel tembaga konvensional tidak lagi memadai karena memicu kendala latensi atau keterlambatan data.

Serat optik menjadi solusi mutlak. Dengan teknologi ini, data di kirimkan melalui gelombang cahaya. Infrastruktur tersebut memastikan performa chip buatan Nvidia tidak terhambat oleh kemacetan lalu lintas data di dalam server farm. Tanpa kabel optik yang mumpuni, kecepatan pemrosesan chip tercanggih sekalipun akan terbuang sia-sia.

Baca Juga :  Strategi Customer First Telkomsel, Integrasi AI dan DobrakFest untuk Layanan Responsif

Eksklusivitas untuk Ekosistem Nvidia

Terdapat detail krusial dalam kesepakatan ini. Fasilitas produksi baru tersebut hanya akan memasok kebutuhan konektivitas bagi pusat data hyperscale yang mengadopsi platform komputasi Nvidia. Kebijakan ini menegaskan posisi Nvidia yang ingin memastikan klien setia mereka mendapatkan prioritas utama di tengah ketatnya persaingan infrastruktur global.

Visi Manufaktur Masa Depan

Jensen Huang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali rantai pasokan manufaktur Amerika Serikat. Bagi industri, ini adalah sinyal kuat bahwa kesuksesan AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan kode perangkat lunak, tetapi juga pada ketangguhan infrastruktur fisik di balik layar.

Bagi para pelaku industri dan penyedia layanan data, langkah Nvidia ini menjadi pengingat penting. Investasi pada perangkat keras harus di imbangi dengan kesiapan jalur transmisi. Tanpa infrastruktur optik yang kuat, impian menjalankan komputasi secepat cahaya akan sulit menjadi kenyataan. (Nd/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Google Buka Akses Gemini Spark untuk AI Ultra USD100
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan 4G dan 5G Beserta Kelebihannya

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru