Berito.id – Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, membagikan pandangan filosofisnya menjelang pembukaan turnamen akbar Piala Dunia 2026. Melalui akun media sosial resminya, beliau mengingatkan jutaan pasang mata yang menantikan kompetisi ini tentang esensi sejati dari olahraga si kulit bundar.
Menurut beliau, sepak bola membawa pesan moral yang sangat kuat untuk kehidupan sehari-hari. “Piala Dunia mulai bergulir besok. Kompetisi ini mengingatkan kita bahwa hidup bukanlah ajang untuk pamer kemampuan individu, melainkan sebuah proses untuk belajar berjalan bersama,” ungkap Paus Leo dalam cuitannya.
Beliau juga menambahkan analogi menarik tentang kerja sama tim. Sosok asal Vatikan itu menegaskan bahwa pemain paling berbakat sekalipun belum benar-benar memahami sepak bola jika mereka enggan mengoper bola kepada rekannya. Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan; manusia tidak akan memahami arti hidup jika enggan bertoleransi dan berbagi dengan sesama.
Sejarah Baru di Tiga Negara
Sementara itu, sejarah baru akan tercipta pada edisi Piala Dunia kali ini. Untuk pertama kalinya, tiga negara lintas Amerika Utara—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—berkolaborasi menjadi tuan rumah bersama. Kompetisi terakbar ini akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Laga perdana yang dinanti-nanti bakal mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan. Pertandingan pembuka tersebut akan mengguncang Stadion Azteca, Mexico City, pada Kamis waktu setempat.
Selain format multi-tuan rumah, FIFA juga menerapkan perubahan besar pada jumlah kepesertaan. Sebanyak 48 negara dari enam konfederasi akan saling sikut memperebutkan trofi emas. Jumlah ini meningkat drastis dari edisi sebelumnya yang hanya menampung 32 tim nasional.
(A/*)






