Berito.id – Umat Muslim di berbagai belahan dunia menyambut Tahun Baru Islam setiap 1 Muharram dengan beragam tradisi khas. Meski bentuk perayaannya berbeda di setiap negara, masyarakat umumnya mengisi momen pergantian tahun Hijriah dengan kegiatan keagamaan, refleksi diri, serta aktivitas yang memperkuat kebersamaan.
Berikut sejumlah tradisi unik perayaan Tahun Baru Islam di berbagai negara yang masih terus dijaga hingga kini.
Brunei Awali Tahun Baru dengan Membersihkan Masjid
Masyarakat Brunei menyambut 1 Muharram dengan membersihkan masjid dan berbagai tempat ibadah. Setelah itu, mereka berkumpul untuk mengikuti doa bersama.
Tradisi tersebut mencerminkan semangat menjaga kebersihan fisik sekaligus membersihkan hati saat memasuki tahun baru Hijriah.
Malaysia Rayakan Maal Hijrah
Di Malaysia, masyarakat mengenal Tahun Baru Islam dengan sebutan Maal Hijrah. Pemerintah juga menetapkannya sebagai hari libur nasional.
Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati momen tersebut. Mulai dari ceramah agama, pembacaan Al-Qur’an, pawai keagamaan, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan dakwah Islam.
Mesir Semarakkan Perayaan dengan Tradisi Keluarga
Warga Mesir biasanya merayakan Tahun Baru Islam bersama keluarga. Mereka mengenakan pakaian baru dan memberikan hadiah kepada anak-anak.
Selain itu, kelompok Sufi turut memeriahkan suasana melalui zikir dan pertunjukan tari tradisional. Tradisi tersebut menghadirkan nuansa religius sekaligus penuh kegembiraan.
Maroko Lestarikan Tradisi Berbagi Roti
Di Maroko, masyarakat memiliki kebiasaan membagikan roti khas kepada tetangga. Mereka juga menggelar acara api unggun yang diiringi lagu-lagu tradisional.
Warga setempat memaknai tradisi tersebut sebagai simbol penyucian diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru.
Arab Saudi Miliki Tradisi Minum Susu Putih
Masyarakat Arab Saudi menyambut 1 Muharram dengan saling bertukar ucapan selamat dan doa.
Khusus di Kota Jeddah, sebagian warga menjalankan tradisi meminum segelas susu putih pada pagi hari. Mereka menganggap susu putih sebagai lambang kesucian hati dan awal yang bersih di tahun baru.
Irak Kenang Perjuangan Imam Husein
Suasana peringatan Tahun Baru Islam di Irak berlangsung lebih khidmat dibandingkan beberapa negara lainnya.
Masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk mengenang perjuangan Imam Husein dalam peristiwa Karbala. Mereka melakukannya melalui pembacaan kisah sejarah dan lantunan lagu duka sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya.
Lebanon Isi Tahun Baru dengan Kegiatan Sosial
Di Lebanon, masyarakat memperingati Tahun Baru Islam melalui berbagai aksi kemanusiaan. Kegiatan donor darah dan program sosial menjadi agenda yang cukup umum dilakukan.
Sebagian warga juga mengenakan pakaian berwarna putih sebagai simbol spiritualitas, kedamaian, dan solidaritas terhadap sesama.
Ragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa perayaan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender Hijriah. Lebih dari itu, momen 1 Muharram juga menjadi sarana memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di berbagai negara.
(A/*)






