Emas Pekan Depan Diproyeksi Fluktuatif, Ini Target Tertingginya

Pasar Komoditas Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat memprediksi proyeksi harga emas pekan depan bergerak di kisaran Rp 2,53 hingga Rp 2,75 juta per gram
(Foto: Freepik
/metrotvnews)

Pengamat memprediksi proyeksi harga emas pekan depan bergerak di kisaran Rp 2,53 hingga Rp 2,75 juta per gram (Foto: Freepik /metrotvnews)

Berito.id – Pasar komoditas global tampaknya masih akan menghadapi gelombang fluktuasi yang tinggi pada pekan depan. Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga logam mulia domestik akan bergerak dinamis pada kisaran Rp 2,53 juta hingga Rp 2,75 juta per gram. Sementara itu, harga minyak mentah dunia berpotensi mengalami penurunan terbatas di kisaran 65,50 hingga 75,10 dolar AS per barel.

Pada penutupan perdagangan Sabtu (27/6/2026), pasar mencatat harga emas dunia bertengger di level 4.077 dolar AS per troy ons. Pada saat yang sama, harga logam mulia di tanah air mengunci posisi pada angka Rp 2,66 juta per gram.

Ibrahim menjelaskan dua skenario arah pergerakan harga emas. Jika terkoreksi, harga emas dunia akan menguji support pertama di 3.959 dolar AS per troy ons (Rp2,64 juta/gram). Bila tekanan berlanjut, target support kedua berada di 3.786 dolar AS per troy ons (Rp2,53 juta/gram).

Sebaliknya, sentimen positif berpeluang mendorong emas ke resisten pertama di 4.175 dolar AS per troy ons (Rp2,68 juta/gram). Target penguatan berikutnya ada di level 4.344 dolar AS per troy ons, yang bisa mendongkrak harga domestik hingga Rp2,75 juta/gram.

Baca Juga :  Harkitnas 2026, Pemko Bukittinggi Lindungi Generasi Muda

Sementara itu, indeks dolar AS diprediksi menguat menuju level 100,60 dengan resisten di 102,10. Di sisi lain, harga minyak mentah akan bergerak fluktuatif pada kisaran 64,50 hingga 75,10 dolar AS per barel. “Faktor pemicu fluktuasi ini adalah ketegangan geopolitik, politik AS, kebijakan Bank Sentral AS, dan perang dagang,” ungkap Ibrahim, Ahad (28/6/2026).

Panas di Timur Tengah dan Eropa Timur

Dari panggung geopolitik, situasi Timur Tengah kembali tegang setelah Iran menembak sebuah kapal tanker besar menggunakan drone karena mengabaikan peringatan. AS merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan ke fasilitas penyimpanan rudal, drone, dan radar pesisir milik Iran. Meski situasi memanas, pembukaan kembali Selat Hormuz membuat jalur transportasi normal, sehingga menahan kenaikan harga minyak agar tidak melonjak terlalu dalam.

Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina di Eropa Timur masih terus bergulir. Rusia intens menyerang Ibu Kota Kyiv, sedangkan Ukraina membalas dengan mengincar kilang-kilang minyak vital milik Rusia. Kendati konflik memicu ketidakpastian, pasar minyak tetap tertekan karena pasokan yang melimpah, terutama dari negara seperti Angola yang menjual minyaknya jauh di bawah harga pasar.

Baca Juga :  Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Alarm Beban Bunga Mengancam Belanja Publik

Faktor Donald Trump dan Suku Bunga Federal Reserve

Sentimen global juga datang dari kebijakan domestik AS. Presiden Donald Trump saat ini tengah fokus memenangkan Partai Republik di parlemen. Dominasi Partai Republik diprediksi akan memperkuat kebijakan ekonomi proteksionis Trump pada semester kedua tahun 2026, termasuk penerapan tarif dagang yang agresif terhadap China dan Eropa. Kebijakan ini otomatis akan mengocok ulang nilai indeks dolar, harga minyak, dan emas dunia.

Terakhir, pertumbuhan ekonomi AS yang solid pada kuartal I 2026 memberikan sinyal bahwa Bank Sentral AS (The Fed) berpeluang mengambil kebijakan hawkish atau menaikkan suku bunga. Namun, kondisi ini tetap dinamis. Stabilnya harga bahan pokok dan penurunan harga bahan bakar pasca-normalisasi Selat Hormuz bisa saja membuat The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga guna menjaga stabilitas inflasi.

(A/*)

Berita Terkait

Purbaya: Modal Koperasi Merah Putih Rp 3 Miliar untuk Gerai dan Operasional
Update Harga Emas 24 Karat 16 Juli 2026, Cek Antam hingga Pegadaian
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000
KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru
Promo Transmart Full Day Sale 12 Juli 2026, Diskon Besar untuk Elektronik
Harga BBM Pertamina Juli 2026 Resmi Turun, Cek Tarif Terbaru
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:00 WIB

Purbaya: Modal Koperasi Merah Putih Rp 3 Miliar untuk Gerai dan Operasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas 24 Karat 16 Juli 2026, Cek Antam hingga Pegadaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Buyback Anjlok Rp42.000

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:00 WIB

KUR Juli 2026 Tembus Rp159,8 Triliun, Disalurkan ke 2,5 Juta UMKM

Senin, 13 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Cek Daftar Terbaru

Berita Terbaru

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi(Foto: AI)

Wisata

5 Wisata Kerinci Paling Populer di Jambi

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers(Foto: AI)

Lifestyle

Tren Kucing Munchkin Makin Populer di Kalangan Cat Lovers

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:00 WIB