Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS di Akhir Pekan

Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS di Akhir Pekan
(Foto: tirto)

Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS di Akhir Pekan (Foto: tirto)

Berito.id – Nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatan hingga penutupan perdagangan pada Jumat (3/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 32 poin atau 0,18 persen sehingga ditutup di level Rp17.963 per dolar Amerika Serikat (AS).

Faktor Global Masih Menopang Rupiah

Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah saat ini masih ditopang sejumlah sentimen eksternal. Di antaranya perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, penurunan harga minyak dunia, serta melemahnya data ketenagakerjaan AS. Menurut Ibrahim, proses negosiasi AS dan Iran masih memunculkan ketidakpastian karena kedua negara belum mencapai kesepakatan. Iran juga tetap menolak permintaan AS untuk melepas kendali atas Selat Hormuz sebagai bagian dari kompensasi pencairan dana milik negara tersebut.

Di sisi lain, data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan penyerapan tenaga kerja hanya mencapai 57 ribu pada Juni 2026. Angka itu jauh di bawah perkiraan pasar yang mencapai 110 ribu. Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,3 persen. Sementara itu, rata-rata pendapatan per jam meningkat 0,3 persen secara bulanan dan naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Manfaat Rutin Bangun Jam 4 Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Ketenangan Mental

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun

Data ketenagakerjaan yang melemah membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga turun dari 63 persen menjadi 51 persen. Penurunan ekspektasi tersebut memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

OECD Soroti Perlambatan Penerimaan Pajak Indonesia

Dari dalam negeri, Ibrahim juga menyoroti laporan OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026. Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan penerimaan pajak penghasilan (PPh) Indonesia mulai melambat.

Data OECD mencatat penerimaan PPh hanya naik tipis dari Rp1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun pada 2024. Kenaikannya sekitar Rp700 miliar atau hanya 0,07 persen secara tahunan. Sebaliknya, total penerimaan pajak nasional meningkat lebih tinggi. Nilainya bertambah dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun atau naik sekitar Rp103 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I 2026, Melampaui Proyeksi Global IMF

PPh Badan Turun, PPh Orang Pribadi Masih Tumbuh

Ibrahim menjelaskan perlambatan penerimaan PPh dipicu turunnya setoran pajak penghasilan badan. OECD mencatat penerimaan pajak korporasi turun dari Rp829,66 triliun pada 2023 menjadi Rp818,30 triliun pada 2024. Di sisi lain, penerimaan dari pajak penghasilan orang pribadi masih menunjukkan tren positif. Setorannya naik dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun atau bertambah sekitar Rp12,05 triliun.

PPh merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara. Karena itu, perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak penghasilan berpotensi memengaruhi ruang fiskal pemerintah dan dapat berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional.

(A/*)

Berita Terkait

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000
B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870
Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Tahun 2026
Update Harga Perak Antam 18 Juli 2026, Naik ke Rp37.900
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Triwulan II 2026 Meningkat
Purbaya: Modal Koperasi Merah Putih Rp 3 Miliar untuk Gerai dan Operasional
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:00 WIB

Update Harga Emas Antam 22 Juli 2026, Turun Rp9.000

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

B50 Ditargetkan Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Senin, 20 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prediksi Rupiah 20 Juli 2026 Berpeluang Sentuh Rp17.870

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:00 WIB

Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula Tahun 2026

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB