Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis 6%, CPO dan Batu Bara Justru Kompak Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis 6%, CPO dan Batu Bara Justru Kompak Melemah (Foto: Ai)

Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis 6%, CPO dan Batu Bara Justru Kompak Melemah (Foto: Ai)

Berito.id – Pasar energi global mendadak tegang. Ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencapai titik didih menyusul insiden di sekitar Selat Hormuz. Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini memicu kepanikan investor yang berujung pada lonjakan harga minyak mentah secara signifikan pada penutupan perdagangan Senin (20/4).

Minyak mentah jenis Brent meroket USD 5,10 atau setara 5,64 persen, mendarat di level USD 95,48 per barel. Tak ketinggalan, West Texas Intermediate (WTI) AS bahkan terbang lebih tinggi dengan kenaikan 6,87 persen ke posisi USD 89,61 per barel. Kenaikan tajam dalam satu malam ini menjadi sinyal merah bagi beban subsidi energi banyak negara.

Anomali CPO dan Batu Bara yang Kehabisan Tenaga

Kontras dengan sektor migas, komoditas andalan ekspor Indonesia justru terlihat lesu. Berdasarkan data terbaru Selasa (21/4), harga Crude Palm Oil (CPO) untuk kontrak Mei terkoreksi 0,31 persen ke level MYR 4.441 per ton. Pelemahan tipis ini mengindikasikan pasar sedang melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia April 2026: Rupiah Masuk Peringkat 5

Kondisi serupa dialami “si emas hitam”. Batu bara berjangka Newcastle kontrak Mei terjun lebih dalam dengan penurunan 1,67 persen, kini bertengger di level USD 120,40 per ton. Meski minyak melonjak, permintaan batu bara tampaknya belum ikut terseret naik akibat melimpahnya stok di beberapa negara importir utama.

Nikel Menguat, Timah Bergerak Tipis

Di sektor logam, dinamika pasar menunjukkan perlawanan. Nikel berhasil menguat 0,73 persen di London Metal Exchange (LME), mencapai posisi USD 18.250 per ton. Penguatan ini menjadi angin segar bagi industri hilirisasi baterai kendaraan listrik yang sempat tertekan sentimen negatif beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, timah harus puas dengan koreksi minor sebesar 0,02 persen ke level USD 50.684 per ton. Pergerakan timah yang sangat tipis ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase konsolidasi atau wait and see menunggu kepastian kebijakan moneter global selanjutnya.

Baca Juga :  Harga Perak Antam Tak Bergeming di Akhir Pekan, Sentimen Global Masih Menanti Arah

Implikasi Bagi Pelaku Pasar

Ketegangan di Selat Hormuz adalah variabel liar. Jika eskalasi terus meningkat, harga minyak berpotensi menembus angka psikologis USD 100 dalam waktu dekat. Bagi Indonesia, ini adalah pisau bermata dua:

  • Sektor Tambang: Pelemahan batu bara perlu di antisipasi dengan diversifikasi pasar ekspor.

  • Investasi Logam: Nikel menunjukkan resiliensi yang menarik untuk di pantau sebagai aset pelindung nilai.

  • Biaya Logistik: Lonjakan minyak mentah di pastikan akan menaikkan biaya pengapalan dan logistik global dalam hitungan hari.

Situasi di Timur Tengah akan tetap menjadi kemudi utama arah pasar komoditas sepanjang sisa pekan ini. Para pelaku usaha di sarankan mencermati update harian untuk memitigasi risiko kenaikan biaya input produksi. ***

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Berita Terbaru