Sinergi Nyata Bupati Monadi & PT KMH: Tebar Benih Ikan Demi Masa Depan Ekosistem Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Nyata Bupati Monadi & PT KMH: Tebar Benih Ikan Demi Masa Depan Ekosistem Kerinci

Sinergi Nyata Bupati Monadi & PT KMH: Tebar Benih Ikan Demi Masa Depan Ekosistem Kerinci

Berito.id, Kerinci – Danau Kerinci bukan sekadar pemandangan indah yang memanjakan mata, melainkan jantung kehidupan bagi ribuan nelayan di sekitarnya. Namun, populasi ikan asli yang kian menyusut menjadi ancaman nyata bagi dapur warga. Menjawab tantangan ini, tokoh masyarakat Monadi bersama PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) turun tangan langsung melakukan aksi penebaran benih ikan endemik.

Langkah ini diambil untuk memastikan keseimbangan alam tetap terjaga sekaligus memberikan suntikan semangat bagi para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari hasil danau.

Penebaran benih kali ini berfokus pada jenis ikan endemik atau ikan asli setempat. Mengapa harus ikan endemik? Karena spesies asli memiliki daya adaptasi yang jauh lebih kuat terhadap suhu dan kualitas air Danau Kerinci dibandingkan ikan dari luar daerah.

Monadi menjelaskan bahwa keberadaan ikan endemik sangat vital untuk menjaga rantai makanan tetap stabil. Tanpa campur tangan manusia untuk melakukan restocking atau pengisian kembali, populasi ikan asli dikhawatirkan akan kalah bersaing dengan spesies invasif yang tidak sengaja terbawa ke perairan ini.

Baca Juga :  Kemenkum Jambi Sahkan Sertifikat Indikasi Geografis Beras Payo Kerinci

Kehadiran PT KMH dalam inisiatif ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui program kepedulian lingkungan, perusahaan ini mendukung penuh langkah Monadi dalam mengembalikan kejayaan hayati Danau Kerinci.

Kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menyediakan visi serta pemetaan wilayah, sementara sektor swasta memberikan dukungan sumber daya untuk eksekusi di lapangan. Hasilnya adalah dampak nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Dampak dari penebaran benih ini memang tidak instan, namun dalam beberapa bulan ke depan, ribuan ikan tersebut akan tumbuh besar dan siap panen. Hal ini diprediksi akan meningkatkan pendapatan nelayan yang selama ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan tangkapan yang melimpah.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Menggerakkan ISMI untuk Pacu Pembangunan Daerah

“Kita ingin danau ini kembali produktif. Ikan melimpah, nelayan sejahtera, dan anak cucu kita masih bisa menikmati hasil alam asli daerahnya sendiri,” ungkap Monadi di sela-sela kegiatan.

Agar benih yang sudah ditebar dapat tumbuh maksimal, masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Hindari Penggunaan Alat Tangkap Ilegal: Penggunaan setrum atau racun ikan sangat dilarang karena dapat membunuh benih ikan yang baru dilepaskan.

  • Kurangi Pencemaran Air: Sampah rumah tangga dan limbah plastik yang masuk ke danau dapat menurunkan kualitas air dan menghambat pertumbuhan ikan.

  • Lapor Jika Ada Penangkapan Berlebihan: Mengatur musim tangkap secara mandiri antar sesama nelayan bisa membantu menjaga stok ikan tetap stabil sepanjang tahun.

(Tim)

Berita Terkait

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang
Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk
Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi
Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah
Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik
Tradisi Nyerau Awali Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis di Kerinci
Luhah Rio Jayo Gelar Ritual Penyucian Benda Pusaka
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Rekomendasi Wisata Hits di Purwakarta, dari Waduk Jatiluhur hingga Gunung Parang

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Daong Hutan Pinus Bogor, Spot Healing dan Wisata Kuliner dengan Suasana Sejuk

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:10 WIB

Penumpang Travel SM Diturunkan Saat Hujan, Keluarga Minta Klarifikasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bulog Sungai Penuh Realisasikan Penyerapan 736 Ton Gabah

Senin, 6 Juli 2026 - 12:00 WIB

Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Buka Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Berita Terbaru