Lailatul Qadar Tiba: Cara Tetap “On Fire” Beribadah Saat Tubuh Mulai Lelah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lailatul Qadar Tiba: Cara Tetap "On Fire" Beribadah Saat Tubuh Mulai Lelah

Lailatul Qadar Tiba: Cara Tetap "On Fire" Beribadah Saat Tubuh Mulai Lelah

Berito.id – Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, tantangan terbesar biasanya bukan lagi rasa lapar, melainkan rasa lelah yang mulai menumpuk. Kurang tidur, tumpukan pekerjaan kantor, hingga persiapan mudik seringkali membuat fokus ibadah menurun. Padahal, di depan mata ada “hadiah” terbesar sepanjang tahun: Lailatul Qadar.

Malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ini bukan sekadar angka. Bayangkan, satu sujud di malam tersebut setara dengan sujud selama 83 tahun lebih. Mengingat besarnya peluang ini, sangat disayangkan jika kita melewatinya begitu saja hanya karena alasan fisik yang lunglai.

Mengapa Lailatul Qadar Begitu Dicari?

Secara historis, Lailatul Qadar adalah malam penetapan sekaligus malam turunnya Al-Qur’an secara utuh ke langit dunia. Allah SWT menggambarkan malam ini sebagai waktu di mana para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa rahmat dan kedamaian hingga terbit fajar.

Bagi kita, ini adalah kesempatan emas untuk “reset” dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menghidupkan malam ini dengan iman dan harapan pahala, maka dosa-dosanya yang lampau akan diampuni.

Baca Juga :  Kode Redeem MLBB 8 Mei 2026, Klaim Item Eksklusif Hari Ini

Tanda-tanda Alam yang Menenangkan

Meskipun waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah, Rasulullah memberikan “clue” melalui kondisi alam. Lailatul Qadar seringkali ditandai dengan udara yang sejuk—tidak panas dan tidak dingin—langit yang bersih, serta matahari yang terbit di pagi hari dengan sinar yang teduh merona merah. Suasana tenang ini sebenarnya adalah cerminan dari kedamaian yang dibawa oleh jutaan malaikat yang sedang turun ke bumi.

Strategi Amalan Saat Kondisi Tubuh Lelah

Jika Anda merasa energi sudah terkuras di akhir Ramadan, jangan memaksakan diri melakukan ibadah berat yang justru membuat Anda jatuh sakit. Gunakan strategi amalan efisien berikut:

1. Perbanyak Doa “Sakti” dari Aisyah RA

Ini adalah amalan paling ringan namun paling tajam. Cukup baca: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku). Baca doa ini di sela-sela istirahat atau saat sedang di perjalanan.

2. Cicil Sedekah Secara Konsisten

Anda tidak perlu mengeluarkan nominal besar sekaligus. Cobalah bersedekah secara rutin setiap malam di 10 hari terakhir, meski hanya sepuluh ribu rupiah. Jika malam itu adalah Lailatul Qadar, maka nilai sedekah Anda setara dengan memberi selama 83 tahun nonstop.

Baca Juga :  7 Game Horor Roblox Paling Mencekam, Uji Nyali di Balik Grafis Kotak

3. Maksimalkan I’tikaf Sesuai Kemampuan

I’tikaf tidak selalu berarti harus menginap semalam suntuk di masjid jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Anda bisa mulai dengan durasi singkat, misalnya beberapa jam sebelum subuh, dengan niat yang tulus untuk berdiam diri dan berzikir.

4. Jaga Shalat Wajib dan Tarawih

Minimal, pastikan shalat Maghrib, Isya, dan Subuh dikerjakan secara berjamaah. Menjaga kewajiban di malam mulia tetap memberikan Anda bagian dari keberkahan malam tersebut.

Tips Tambahan: Atur jadwal tidur siang (qailulah) sekitar 20-30 menit sebelum Dzuhur. Ini adalah rahasia para sahabat untuk menjaga stamina agar tetap kuat berdiri menunaikan Qiyamul Lail (shalat malam) tanpa merasa tersiksa oleh kantuk.

Manfaatkan sisa waktu yang ada. Tubuh boleh lelah, tapi pastikan hati tetap terpaut pada-Nya. Selamat menjemput malam kemuliaan! (Tim)

Berita Terkait

Semangat Kemandirian dalam Islam, Teladan Rasulullah SAW
Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026
Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota
Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Juni 2026 Beserta Niatnya
Sejarah Penetapan 1 Muharram, Asal-Usul Kalender Hijriah
Kisah Dr Fitri Rezkiani, Petugas Haji Sultra Wafat di Makkah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:00 WIB

Semangat Kemandirian dalam Islam, Teladan Rasulullah SAW

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:00 WIB

Mengenal Sejarah Kalender Hijriyah, Umar Bin Khattab

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:01 WIB

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H pada 17 Juni 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Sambut 1 Muharam dengan Festival Religi di Tengah Kota

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Istiqlal Gelar Tabligh Akbar

Berita Terbaru

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu
(Foto: kapanlagi/sisipublik
/AI)

Showbiz

Drama China Terbaru Juli 2026, Overdo Paling Ditunggu

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS(Foto: Dok.Bappebti
/metrotvnews/AI)

Finansial

Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS

Minggu, 26 Jul 2026 - 10:00 WIB