Istri Bawa Senapan Angin Hadang Polisi di Bungo, Tak Terima Suami Ditangkap Karena Timbun Solar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Istri Bawa Senapan Angin Hadang Polisi di Bungo, Tak Terima Suami Ditangkap Karena Timbun Solar (Foto: AI)

Ilustrasi. Istri Bawa Senapan Angin Hadang Polisi di Bungo, Tak Terima Suami Ditangkap Karena Timbun Solar (Foto: AI)

Berito.id, Bungo – Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi dramatis pengadangan anggota kepolisian viral di jagat maya. Dalam video tersebut, seorang wanita yang merupakan istri dari pelaku penimbunan BBM subsidi di Bungo, Jambi, nekat menghadang mobil petugas Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi menggunakan senapan angin.

Aksi nekat ini terjadi saat polisi hendak membawa pria berinisial S (31) dari kediamannya di Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Sang istri bersama kerabatnya mempertanyakan dasar penangkapan dan berusaha keras menghalangi laju kendaraan petugas.

Upaya Persuasif di Tengah Ketegangan

Situasi sempat memanas ketika laras senapan angin tersebut di arahkan ke arah petugas. Namun, personel kepolisian di lapangan tetap bersikap tenang dan mencoba melakukan negosiasi secara persuasif untuk meredam emosi keluarga pelaku.

“Kalau mengeluarkan senjata, kita sama-sama tidak menyelesaikan masalah. Ini dasar kami ada surat perintah dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas,” ujar salah satu petugas yang terekam dalam video tersebut saat memberikan penjelasan kepada pihak keluarga.

Baca Juga :  Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat 'Smart Geprek'

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa setelah di berikan pengertian yang cukup, pihak keluarga akhirnya melunak.

“Istri pelaku memang membawa senapan angin, namun setelah petugas memberi penjelasan secara baik-baik, keluarga akhirnya mengizinkan S dibawa untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kombes Taufik.

Skandal ‘Barcode Sakti’ dan Kerugian Fantastis

Di balik drama penangkapan tersebut, polisi mengungkap fakta yang mengejutkan terkait praktik penyelewengan BBM di SPBU 24.37662 Lubuk Landai. Tersangka S di ketahui mengendarai mobil Isuzu Panther yang secara sistematis mengisi solar subsidi berulang kali dalam sehari.

Aksi S berjalan mulus berkat kerja sama dengan operator SPBU berinisial N (33). Modusnya, mereka menggunakan puluhan barcode aplikasi MyPertamina untuk mengelabui sistem pengawasan digital.

Baca Juga :  Hantavirus Hantui Kapal Pesiar, Pakar UNAIR Bedah Risiko dan Cara Pencegahannya

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa sekitar 70 hingga 80 persen jatah BBM subsidi di SPBU tersebut justru lari ke tangan para mafia, bukan kepada warga yang berhak. Mirisnya, catatan transaksi menunjukkan praktik culas ini sudah berlangsung sejak tahun 2013.

Negara Tekor Ratusan Miliar

Berdasarkan penghitungan selisih harga solar subsidi dan solar industri selama kurun waktu 13 tahun (2013 hingga April 2026), potensi kerugian negara mencapai angka yang sangat besar, yakni Rp276 miliar.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap penyaluran subsidi energi agar tepat sasaran, sesuai dengan arahan Presiden. Saat ini, kepolisian bersama Pertamina Patra Niaga terus mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam jaringan distribusi solar ilegal di wilayah Jambi. ***

Berita Terkait

Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Vulkanik Mencapai 1 Kilometer
HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore hingga Malam pada 8-19 Juni 2026
Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto
Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’
Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Kurbankan “Si Bambang”, Sapi Simental 1 Ton di Masjid Agung Surakarta
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Bitung Sulut, Getaran Terasa hingga Ternate
Pemkab Tanjabbar dan DEKRAFMI Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Berbasis Lingkungan
Listrik Belum Stabil, PLN Takengon Mohon Maaf akibat Gangguan Transmisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:02 WIB

Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Vulkanik Mencapai 1 Kilometer

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:26 WIB

HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore hingga Malam pada 8-19 Juni 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:02 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Rumah untuk PKL Terdampak Penertiban Puncak Ciloto

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:09 WIB

Atasi Sampah Jadi Cuan, Warga Gandaria Jaksel Inovasikan Alat ‘Smart Geprek’

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:09 WIB

Idul Adha 2026, Presiden Prabowo Kurbankan “Si Bambang”, Sapi Simental 1 Ton di Masjid Agung Surakarta

Berita Terbaru

Waspada, Sering Kurang Tidur Picu Risiko Stroke Ringan
(Foto:GettyImages/Pawel Kacperek/detik)

Kesehatan

Waspada, Sering Kurang Tidur Picu Risiko Stroke Ringan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:02 WIB