Efek Domino Kenaikan BBM Non-Subsidi: Rupiah Akhirnya Keluar dari Zona Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Efek Domino Kenaikan BBM Non-Subsidi: Rupiah Akhirnya Keluar dari Zona Merah (Foto: AI)

Efek Domino Kenaikan BBM Non-Subsidi: Rupiah Akhirnya Keluar dari Zona Merah (Foto: AI)

Berito.id – Langkah pemerintah menyesuaikan harga BBM non-subsidi memberikan efek instan bagi otot Rupiah. Pada pembukaan perdagangan Senin, 20 April 2026, mata uang rupiah tercatat menguat 0,10 persen atau naik 18 poin ke level Rp17.171 per dolar AS. Pembalikan arah ini menjadi angin segar setelah pada penutupan akhir pekan lalu Rupiah sempat terkapar di angka Rp17.188.

Napas Baru dari Sektor Fiskal

Pasar merespons positif kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi yang di anggap sebagai langkah konkret menyelamatkan kesehatan fiskal. Pengurangan beban APBN ini menjadi katalis utama yang mendorong kepercayaan investor domestik di tengah tekanan global yang belum reda.

“Rupiah berpotensi menguat menyusul langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi,” ungkap Lukman Leong, Analis Pasar Uang Doo Financial Futures. Menurutnya, pasar melihat ini sebagai upaya menjaga keseimbangan anggaran negara.

Baca Juga :  Pekerja Informal Sulit KPR? Skema Rent to Own Jadi Solusi Rumah Subsidi

Namun, penguatan ini belum sepenuhnya aman. Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang hari ini masih akan tertahan dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar AS. Ada tembok besar bernama geopolitik yang sulit di tembus dalam waktu singkat.

Bayang-bayang Selat Hormuz dan Tekanan Spesifik

Meskipun sentimen domestik membaik, faktor eksternal tetap menjadi batu sandungan. Konflik di Selat Hormuz memicu kecemasan kolektif yang membuat investor lebih memilih posisi wait and see. Dunia kini tengah menanti hasil perundingan krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang di jadwalkan berlangsung hari ini.

Kondisi Rupiah belakangan memang cukup mengkhawatirkan. Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mencatat bahwa performa mata uang kita termasuk yang terburuk sepanjang April 2026. Hal ini aneh, mengingat indeks dolar AS sebenarnya sedang stabil di level 98, bahkan cenderung melemah.

Baca Juga :  Cara Hemat Tagihan Listrik Rumah

“Tekanan terhadap rupiah semakin merefleksikan kenaikan premi risiko spesifik Indonesia. Bukan semata-mata penguatan dolar AS secara luas,” tegas Rully.

Menanti Titik Balik Rapat Dewan Gubernur BI

Ketimpangan kinerja kian nyata jika membandingkan Rupiah dengan mata uang utama lainnya. Sepanjang bulan ini, Euro telah melesat 9,1 persen dan Pound Sterling naik 7,7 persen. Sementara itu, Rupiah justru masih terjebak dalam volatilitas tinggi.

Harapan kini tertumpu pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar Rabu, 22 April 2026. Pelaku pasar menanti kebijakan moneter terbaru yang diharapkan mampu meredam volatilitas dan memberikan fondasi lebih kuat bagi nilai tukar dalam jangka pendek. Peringkat investasi BBB dengan outlook stabil dari S&P setidaknya menjadi modal kepercayaan diri bahwa fundamental ekonomi kita masih diakui dunia. (Nd)

Berita Terkait

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026
IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif
BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Tetap, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun
Aturan DHE SDA Berlaku 1 Juni, Eksportir Wajib Parkir Dana di Himbara
Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:03 WIB

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:05 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Tetap, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun

Berita Terbaru

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974
(Foto: iStock/detik)

Daerah

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:10 WIB

Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima Dana(Foto:GeminiAI
/detik)

Nasional

Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima Dana

Jumat, 5 Jun 2026 - 12:00 WIB