Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Anjlok

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Anjlok (Foto: AI)

Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Anjlok (Foto: AI)

Berito.id – Tren pelemahan emas belum menunjukkan tanda-tanda usai. Pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, harga logam mulia di Pegadaian terpantau rontok berjamaah. Tidak tanggung-tanggung, koreksi harga menyentuh angka Rp 18.000 hingga Rp 26.000 per gram hanya dalam waktu semalam.

Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan paling tajam. Per gramnya kini di banderol Rp 2.918.000, menyusut Rp 26.000 dari posisi sebelumnya. Penurunan ini menjadi angin segar bagi investor yang menanti momen buy on weakness, namun sekaligus menjadi alarm bagi pemegang aset jangka pendek.

Rincian Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24

Berdasarkan data pantauan pukul 07.32 WIB, berikut adalah rincian harga emas di Pegadaian:

  • Emas Antam: Turun Rp 26.000 menjadi Rp 2.918.000/gram.

  • Emas Galeri24: Susut Rp 22.000 menjadi Rp 2.813.000/gram.

  • Emas UBS: Terpangkas Rp 18.000 menjadi Rp 2.859.000/gram.

Tabel Lengkap Harga Emas Pegadaian 24 April 2026:

Baca Juga :  5 Aplikasi Edit Foto AI Android dengan Hasil Kualitas DSLR
Berat Galeri24 (Rp) Antam (Rp) UBS (Rp)
0,5 Gram 1.475.000 1.512.000 1.545.000
1 Gram 2.813.000 2.918.000 2.859.000
5 Gram 13.794.000 14.352.000 14.018.000
10 Gram 27.514.000 28.647.000 27.890.000
50 Gram 136.719.000 142.891.000 138.888.000
100 Gram 273.302.000 285.701.000 277.666.000

Tertekan Dolar dan Ketegangan Selat Hormuz

Anjloknya harga emas domestik mengekor pergerakan pasar global. Harga emas spot melandai ke level USD 4.706 per ounce. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membuat emas terasa lebih mahal bagi pemilik mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Ketegangan di Selat Hormuz antara AS dan Iran pun menambah kerumitan pasar. Penyitaan dua kapal oleh Iran dan mandeknya pembicaraan damai membuat harga minyak mentah Brent melonjak di atas USD 100 per barel. Lonjakan biaya energi ini memicu ketakutan akan inflasi tinggi yang berkepanjangan.

“Emas terus mengikuti pergerakan pasar minyak. Kenaikan biaya energi membuat risiko penguatan dolar AS dan inflasi tinggi tetap menjadi fokus utama pasar,” ujar Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank.

Prediksi Suku Bunga dan Masa Depan Emas

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve kini mulai bergeser. Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan besar baru akan bergerak setidaknya enam bulan lagi. Tingginya imbal hasil obligasi AS saat ini membuat emas, yang tidak memberikan bunga, menjadi kurang kompetitif.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Pantau Langsung Assesment 24 Pejabat Tanjabbar di Jatinangor

Meskipun saat ini harga sedang melandai, analis menilai ini hanyalah konsolidasi sementara. Ketidakpastian suku bunga memang menjadi penahan, namun emas di prediksi masih memiliki tenaga untuk mencetak rekor tertinggi baru pada akhir tahun 2026 atau awal 2027 mendatang. Bagi Anda pemilik modal, penurunan hari ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi bertahap. ***

Berita Terkait

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Danantara Borong Saham GOTO, Manajemen Ungkap Detail Kepemilikannya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:40 WIB

IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang

Senin, 11 Mei 2026 - 22:15 WIB

IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip

Berita Terbaru