Harga Emas Spot Turun ke USD 4.698 di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Spot Turun ke USD 4.698 di Tengah Lonjakan Minyak Dunia (Foto:Ai)

Harga Emas Spot Turun ke USD 4.698 di Tengah Lonjakan Minyak Dunia (Foto:Ai)

Berito.id – Pasar emas memulai pekan dengan rapor merah. Harga emas spot terpantau merosot 0,2 persen ke level USD 4.698,27 per ounce pada Selasa (28/4/2026). Setali tiga uang, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni pun terkoreksi 0,4 persen ke angka USD 4.722,60.

Situasi ini tergolong anomali. Biasanya, emas menjadi primadona saat inflasi mengintai. Namun, volatilitas yang ekstrem justru membuat pemodal besar, terutama dari belahan Barat, memilih untuk menahan diri dan keluar dari gelanggang sementara waktu.

Efek Domino Selat Hormuz

Dunia sedang tidak baik-baik saja. Harga minyak mentah Brent baru saja menembus barikade USD 105 per barel—titik tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Biang keladinya adalah macetnya urat nadi energi dunia di Selat Hormuz. Jalur yang mengalirkan seperlima pasokan energi global ini masih tertutup sebagian akibat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga :  Strategi Build Counter Aamon Mobile Legends: Cara Redam Burst Magic Damage

Analis independen Ross Norman menilai, meskipun tensi geopolitik belum mencapai titik didih tertinggi, dampaknya pada ekspektasi inflasi sangat nyata. Kenaikan harga energi otomatis memicu kekhawatiran bahwa suku bunga akan bercokol di level tinggi dalam durasi yang lebih panjang.

“Ekspektasi inflasi meningkat akibat kenaikan harga minyak. Volatilitas harga yang tinggi membuat sebagian investor memilih menjauh,” tutur Norman.

Menanti ‘Lagu Perpisahan’ Jerome Powell

Mata dunia kini tertuju pada Washington. Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan moneter yang sangat krusial pekan ini. Momen tersebut di prediksi menjadi salah satu panggung terakhir bagi Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

Baca Juga :  Keterlibatan Glory Harimas Di Kasus Korupsi MBG, Terungkap

Emas berada dalam posisi terjepit. Sebagai aset tanpa imbal hasil, daya tarik logam mulia meredup setiap kali ada sinyal suku bunga tetap tinggi. Pernyataan resmi The Fed yang akan di rilis pada Rabu pukul 14.00 waktu setempat menjadi kunci.

Pelaku pasar ingin melihat bagaimana para pengambil kebijakan merespons ancaman inflasi akibat konflik Iran-AS. Jika Powell memberikan sinyal hawkish (suku bunga tinggi), harga emas diprediksi masih akan menghadapi tekanan hebat hingga Mei mendatang.

Tips Bagi Investor: Dalam kondisi volatilitas tinggi seperti saat ini, teknis dollar cost averaging atau membeli secara bertahap saat harga terkoreksi bisa menjadi langkah bijak untuk mengamankan portofolio jangka panjang sebelum hasil audit forensik ekonomi global keluar pertengahan tahun nanti. ***

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru