Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz (Foto: Ai)

Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz (Foto: Ai)

Berito.id – Stabilitas ekonomi global kini berada di ujung tanduk. Ketegangan di Timur Tengah mencapai level baru setelah Iran mulai menarik pungutan tarif bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah sepihak Teheran ini langsung memicu reaksi keras dari negara-negara tetangganya yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Dalam pertemuan konsultatif di Jeddah, Arab Saudi, para pemimpin negara Teluk menyatakan sikap tegas: menolak segala bentuk pungutan di jalur perairan strategis tersebut. Mereka melabeli tindakan Iran sebagai aksi ilegal yang mengangkangi hukum internasional.

Skema Bayar Pakai Kripto dan Yuan

Cara Iran memungut tarif tergolong tak lazim dan provokatif. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memerintahkan kapal-kapal untuk melakukan pembayaran di muka. Alih-alih menggunakan sistem perbankan global yang kini menjepit mereka dengan sanksi, Iran mewajibkan pembayaran menggunakan mata uang kripto atau mata uang China, Yuan.

Baca Juga :  Daftar 10 Gedung Tertinggi di Dunia 2026: Ada yang Hampir 1 Kilometer!

Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, mengklaim bahwa “upeti” gelombang pertama sudah masuk ke rekening Bank Sentral Iran. Meski jumlah pastinya masih di rahasiakan, keberanian Iran menarik pajak di jalur yang di lalui seperlima pasokan minyak dunia ini di anggap sebagai tantangan terbuka terhadap blokade laut yang di terapkan militer Amerika Serikat.

Respons Darurat: Pipa Minyak Bersama dan Sistem Rudal

Sadar bahwa diplomasi mungkin tidak cukup, Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi mengungkapkan rencana kontingensi yang lebih ekstrem. Negara-negara Teluk kini mempercepat pembangunan infrastruktur jalur pipa minyak dan gas bersama. Proyek ini bertujuan mem bypass Selat Hormuz agar ekspor energi mereka tidak tersandera oleh kebijakan Teheran.

Selain urusan perut (energi), faktor keamanan menjadi prioritas.

“Para pemimpin telah memerintahkan langkah cepat untuk membangun sistem peringatan dini guna menangkal ancaman rudal balistik di kawasan,” ujar Albudaiwi.

Langkah ini menunjukkan bahwa negara-negara Teluk tidak lagi hanya memandang ancaman Iran sebagai gangguan navigasi, melainkan ancaman kedaulatan yang nyata.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108

Dunia di Ambang Krisis Energi?

Konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu antara Iran melawan AS dan Israel telah mengubah Selat Hormuz dari jalur dagang menjadi zona tempur. Jika penutupan atau pungutan tarif ini terus berlanjut, pasar energi global dipastikan akan terguncang hebat.

Bagi konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ketegangan ini adalah sinyal buruk bagi harga bahan bakar. Saat dua kekuatan besar saling kunci di selat sempit, biaya asuransi kapal melonjak, risiko pengiriman naik, dan pada akhirnya, beban itu akan mendarat di kantong masyarakat luas. ***

Berita Terkait

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
Setoran Freeport Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Pembagiannya
Menguak Sisi Gelap Dinasti Gucci yang Tak Terungkap di Label Harga
Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Diplomasi AS-Iran Gagal, Brent Tembus USD 108
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Hokkaido Jepang, Pusat Berada di Sarabetsu
Eropa Siapkan Amunisi Geser Dominasi Visa-Mastercard
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak 3 Persen, Brent Tembus USD 105 per Barel
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:01 WIB

Setoran Freeport Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Pembagiannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:00 WIB

Menguak Sisi Gelap Dinasti Gucci yang Tak Terungkap di Label Harga

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak

Rabu, 29 April 2026 - 17:03 WIB

Negara Teluk Kompak Tolak Pungutan Tarif di Selat Hormuz

Berita Terbaru