AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029

Komitmen pendanaan ini memperkuat pembangunan infrastruktur nasional dan menunjukkan tingginya kepercayaan AIIB terhadap ekonomi Indonesia.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029(Foto: aiib)

AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029(Foto: aiib)

Berito.id – Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menyatakan komitmennya untuk menyediakan pendanaan senilai US$17 miliar bagi Indonesia. Dana tersebut akan mendukung berbagai proyek pembangunan strategis nasional selama periode 2025 hingga 2029. Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan bilateral antara Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pendanaan tersebut masuk dalam skema Multi-Year Rolling Pipeline. Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan pembangunan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dukungan Besar untuk Pembangunan Nasional

Purbaya menilai komitmen pendanaan dari AIIB menjadi dorongan penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menurut dia, kepastian dukungan dana sebesar US$17 miliar menjadi salah satu hasil utama dari kunjungannya ke kantor pusat AIIB.

“Pencapaian utama dari kunjungan ini adalah kepastian dukungan pendanaan senilai 17 miliar dolar AS untuk periode 2025–2029. Ini menjadi modal besar bagi agenda pembangunan nasional,” ujar Purbaya setelah pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Strategi Mengatur Keuangan Anak Muda untuk Mencapai Financial Freedom

Dana itu akan membantu pemerintah mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek prioritas yang menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka menengah nasional.

AIIB Percaya pada Kondisi Fiskal Indonesia

Selain membahas kerja sama pendanaan, kedua pihak juga menyinggung kondisi ekonomi Indonesia. Purbaya mengatakan AIIB memberikan penilaian positif terhadap pengelolaan fiskal yang dilakukan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa lembaga keuangan multilateral tersebut tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebaliknya, AIIB menaruh kepercayaan tinggi pada kredibilitas fiskal dan kebijakan ekonomi nasional.

“Mereka mengapresiasi dan memiliki keyakinan yang tinggi terhadap manajemen fiskal Indonesia. Tidak ada keraguan mengenai prospek ekonomi kita ke depan,” kata Purbaya. Penilaian positif tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih di anggap memiliki fundamental ekonomi yang kuat di tengah tantangan ekonomi global.

AIIB Pertimbangkan Buka Kantor di Jakarta

Kerja sama yang semakin erat juga mendorong AIIB untuk memperluas kehadirannya di Indonesia. Lembaga tersebut menyatakan minat membuka kantor perwakilan di Jakarta.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Anjlok

Kehadiran kantor itu di harapkan dapat memperkuat koordinasi, mempercepat komunikasi, dan meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek yang memperoleh pendanaan AIIB.

Pemerintah menyambut baik rencana tersebut. Indonesia menargetkan kantor perwakilan AIIB dapat mulai beroperasi di Jakarta pada pertengahan 2027. Jika terealisasi, kantor tersebut akan menjadi pusat koordinasi kemitraan strategis antara Indonesia dan AIIB untuk mendukung berbagai agenda pembangunan di masa depan.

Sinyal Positif bagi Investor Global

Kunjungan kerja Menteri Keuangan ke Beijing tidak hanya membahas kerja sama dengan AIIB. Purbaya juga melakukan sejumlah pertemuan dengan investor internasional dan otoritas keuangan Tiongkok.

Di tengah gejolak pasar keuangan dunia, komitmen pendanaan senilai US$17 miliar ini menjadi indikator positif bagi perekonomian Indonesia. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik kuat di mata investor dan lembaga keuangan global.

Kepercayaan yang terus mengalir dari mitra internasional di harapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur nasional.

(A/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru