Berito.id – Wacana kemitraan strategis antara Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dengan entitas digital memicu perdebatan sengit. Kepala Bakom, Muhammad Qodari, berencana merangkul kelompok yang sering di sebut sebagai homeless media. Langkah ini mengundang tanya mengenai batas tegas antara kolaborasi informasi publik dan netralitas redaksi.
Definisi dan Akar Homeless Media
Istilah ini lahir dari pemikiran Eddward Samadyo Kennedy pada 2017. Sesuai namanya, media jenis ini tidak memiliki “rumah” berupa domain situs web mandiri. Operasional mereka sepenuhnya menumpang pada platform pihak ketiga seperti TikTok, Instagram, atau X (Twitter).
Riset Geger Riyanto dari Remotivi menunjukkan bahwa kekuatan utama model ini adalah kecepatan kilat dan kedekatan emosional dengan komunitas. Informasi diproduksi tanpa birokrasi kaku khas lembaga pers konvensional. Mereka hidup dari partisipasi audiens yang sangat tinggi.
Perubahan Menuju “New Media”
Pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026), Muhammad Qodari menyebut banyak homeless media kini tergabung dalam New Media Forum. Kelompok ini sedang di upayakan bertransformasi menjadi entitas “New Media”. Tujuannya agar standar kualitas informasi yang mereka hasilkan mampu bersaing dengan media arus utama.
Sejumlah nama besar masuk dalam radar pemetaan Bakom, di antaranya:
-
Informasi Populer: Folkative, USS Feed, Indozone, Creativox, Dagelan.
-
Edukasi & Keuangan: Kok Bisa?, Big Alpha, Menjadi Manusia, GNFI, Ngomongin Uang.
-
Komunitas Khusus: Bapak-Bapak ID, Kawan Hawa, Pandemic Talks, Muslimvlog.
Penolakan Klaim Kemitraan
Respons keras muncul sehari setelah pernyataan Bakom. Kamis (7/5/2026), sejumlah akun media sosial seperti Big Alpha dan Pandemic Talks mengeluarkan klarifikasi resmi. Mereka membantah telah “direkrut” atau menjadi kepanjangan tangan program pemerintah.
Poin-poin klarifikasi tersebut meliputi:
-
Independensi Forum: Indonesia New Media Forum (INMF) adalah wadah mandiri yang di bentuk Juli 2025 oleh pelaku industri, bukan bentukan birokrasi.
-
Bantahan Rekrutmen: Tidak ada kesepakatan untuk menjadi mitra pelaksana program Bakom secara sepihak.
-
Integritas Konten: Klarifikasi di lakukan demi menjaga kepercayaan publik agar konten mereka bebas dari intervensi eksternal.
Dampak Bagi Audiens
Pergeseran konsumsi informasi ke platform sosial memang tidak terelakkan. Bagi Anda sebagai konsumen konten, fenomena ini menuntut ketelitian dalam memilah sumber. Transparansi kepemilikan dan afiliasi media menjadi krusial agar informasi yang Anda terima tetap objektif. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi silang (cross-check) terhadap isu-isu sensitif yang beredar di linimasa. ***






