Pertamina Olah Minyak Jelantah MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat (SAF)

Pertamina dan BGN Integrasikan Pangan dan Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Olah Minyak Jelantah MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat (SAF) (Foto dok. Pertamina)

Pertamina Olah Minyak Jelantah MBG Jadi Bahan Bakar Pesawat (SAF) (Foto dok. Pertamina)

Kabarinaja.id – Sektor pangan dan energi kini menyatu dalam skema ekonomi sirkular yang ambisius. PT Pertamina (Persero) menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) guna memproses limbah minyak goreng atau minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Kesepakatan strategis ini di resmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Limbah ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Alih-alih terbuang dan mencemari ekosistem, minyak bekas tersebut bakal di proses menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini mempercepat langkah Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) dengan memanfaatkan sumber daya domestik.

Transformasi Limbah Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki skala masif dengan jangkauan 61,99 juta penerima manfaat. Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, menegaskan bahwa proyek ini melampaui sekadar pemenuhan nutrisi. Ini merupakan langkah taktis membangun generasi unggul sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi rakyat.

Baca Juga :  KPK Incar Dugaan Pemerasan oleh Bupati Tulungagung

Sinkronisasi antara mandat pangan dan energi menjadi poin utama. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mengacu pada Misi ke-2 Asta Cita terkait kemandirian nasional. Perspektif terhadap limbah kini berubah total. Sesuatu yang dianggap masalah lingkungan justru bertransformasi menjadi solusi energi masa depan. Ekosistem pengumpulan minyak bekas di ribuan titik SPPG akan menjadi tulang punggung pasokan bahan baku energi hijau Indonesia.

Teknis Pengolahan dan Target 2030

Pertamina Patra Niaga bertugas sebagai eksekutor lapangan dengan mengerahkan mesin pengumpul pintar bernama UCollect. Minyak jelantah yang di himpun tidak hanya dialokasikan untuk SAF, melainkan juga untuk produksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan biogasoline.

Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, mengungkapkan bahwa minyak jelantah memiliki profil emisi siklus hidup yang sangat rendah. Hal ini menjadikannya bahan baku paling efisien untuk dekarbonisasi sektor penerbangan. Pertamina berkomitmen memenuhi standar global sekaligus mematuhi Kepmen ESDM No. 113/2026. Targetnya jelas: pencampuran SAF pada bahan bakar pesawat dipatok sebesar 1% hingga 5% pada tahun 2030.

Baca Juga :  Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Wafat, TNI AD: Bangsa Kehilangan Putra Terbaik

Dampak Bagi Masyarakat

Upaya ini memberikan kepastian bahwa limbah dari aktivitas memasak skala besar tidak akan merusak sanitasi lingkungan. Masyarakat mendapatkan manfaat ganda: asupan gizi yang terjamin melalui program pemerintah dan lingkungan yang lebih bersih karena manajemen limbah yang terintegrasi. Bagi industri, langkah ini mempercepat hilirisasi energi baru terbarukan.

Prosesi penandatanganan di hadiri langsung oleh jajaran petinggi kedua lembaga, termasuk Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi kebijakan lintas sektor mampu menciptakan nilai ekonomi baru yang berkelanjutan. (Wd?*)

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan
Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia
“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Berita Terbaru