Berito.id – Ancaman siber global dan ketergantungan pada platform asing mendesak korporasi milik negara untuk mengamankan aset data mereka. Menjawab tantangan ini, Telkom Indonesia mengerahkan lini bisnis Telkom Solution guna menyediakan infrastruktur komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), serta sistem proteksi siber terintegrasi. Komitmen strategis tersebut di paparkan dalam forum Transformasi Digital BUMN yang di inisiasi oleh Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (5/5).
Pertemuan ini mempertemukan 50 Chief Technology Officer (CTO) dari beragam sektor BUMN. Sinkronisasi sistem organisasi, pengelolaan aplikasi, serta konsolidasi platform data menjadi agenda utama. Langkah ini krusial untuk memangkas biaya operasional sekaligus mendongkrak daya saing perusahaan negara di pasar digital.
Telkom Solution menyediakan ekosistem digital dari hulu ke hilir (end-to-end). Layanan yang mencakup konektivitas, cloud, hingga AI ini sudah mulai di terapkan di berbagai sektor industri untuk memacu produktivitas.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mempererat sinergi antar-BUMN melalui pemanfaatan otomasi digital.
“Kami mendukung penuh digitalisasi ini melalui ekosistem yang di rancang sesuai kebutuhan bisnis individual, memanfaatkan AI untuk mendongkrak kinerja operasional,” ujar Veranita.
Sistem yang saling terhubung secara real-time wajib di imbangi dengan perlindungan data yang tangguh. Guna mengantisipasi serangan siber, Telkom Solution menggandeng mitra global untuk menyediakan deteksi ancaman proaktif serta pusat respons keamanan yang beroperasi 24 jam penuh dalam sepekan.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjabarkan tiga pilar utama yang melandasi langkah perusahaan, yaitu story (rekam jejak), capability (kapabilitas), dan sovereignty (kedaulatan). Kolaborasi ini menjadi momentum krusial bagi seluruh BUMN untuk membangun kapabilitas digital bersama (shared digital capability).
“Pembangunan Indonesia masa depan bertumpu pada kedaulatan digital nasional. Kita harus mampu mengelola data, platform, dan inovasi strategis secara mandiri dan aman di dalam negeri,” kata Faizal.
Kemandirian teknologi juga menjadi sorotan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji. Polarisasi geopolitik dan dinamika regulasi global saat ini menuntut penguatan sektor teknologi dalam negeri secara masif.
“Telkom memosisikan diri sebagai tulang punggung digital nasional dengan memperkokoh sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Strategi ini bukan sekadar mengamankan data rahasia negara, melainkan juga membuka potensi monetisasi data baru bagi BUMN,” pungkas Seno.
Melalui integrasi total pada level infrastruktur dan aplikasi, efisiensi operasional BUMN di harapkan meningkat signifikan sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di lanskap digital global. (Nd/*)






