BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

BI Rilis Instrumen Pasar Uang Baru, Jaga Rupiah dan Dorong Transaksi Digital UMKM (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berito.id – Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi penyelamatan stabilitas ekonomi nasional demi membendung dampak ketidakpastian global. Langkah konkret d iwujudkan lewat pengembangan instrumen pasar uang teranyar bagi sektor ritel maupun korporasi. Kebijakan ini di rancang agar pemilik modal domestik berkomitmen mempertahankan aset mereka dalam mata uang rupiah.

Perluasan opsi investasi ini berjalan beriringan dengan misi mempercepat pemerataan inklusi serta pemahaman finansial masyarakat.

Deputi Gubernur BI, Aida Budiman, menegaskan bahwa pembenahan instrumen pasar keuangan bertujuan menciptakan daya pikat yang lebih kuat bagi penanam modal lokal.

“Langkah ini krusial agar investor bersedia menanamkan modalnya di dalam negeri, sekaligus memastikan masyarakat luas tetap memegang aset berbasis rupiah,” ungkap Aida pada agenda Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT), Minggu (24/5/2026).

Kolaborasi lintas otoritas kini intensif di lakukan oleh BI bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Fokus utama sinergi ini tertuju pada penguatan pemahaman finansial generasi muda. Pemahaman tersebut bukan sekadar pengenalan produk investasi, melainkan pembentukan kompetensi dalam mengambil keputusan keuangan yang taktis dan berkelanjutan.

Baca Juga :  PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI DJKI, Perkuat Legalitas Iklan Digital

Navigasi Finansial di Tengah Dinamika Global

Akselerasi pemahaman keuangan masyarakat mendesak untuk di tingkatkan karena gejolak ekonomi global langsung memengaruhi dompet rumah tangga. Pengelolaan dana yang cermat menjadi benteng utama dalam menghadapi inflasi maupun ancaman resesi global. Pembaca perlu mulai mendiversifikasi aset ke dalam instrumen lokal yang aman guna melindungi nilai kekayaan mereka.

Otoritas moneter memastikan seluruh kebijakan makroprudensial bermuara pada penguatan stabilitas rupiah tanpa mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Sektor pembayaran digital ikut dipacu untuk mempermudah mobilitas transaksi harian masyarakat.

Inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbukti memperluas akses layanan keuangan serta investasi secara masif. Hingga April 2026, data menunjukkan angka adopsi yang signifikan:

Indikator QRIS Jumlah Capaian (Per April 2026)
Total Pengguna 63 Juta Orang
Total Merchant Lebih dari 45 Juta Unit

Mayoritas pelaku usaha yang terintegrasi dengan ekosistem QRIS ini merupakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Cetak Talenta Digital dan Perisai Perlindungan Konsumen

Peta jalan transformasi digital BI juga menyasar pengembangan sumber daya manusia lewat inisiatif Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) serta kompetisi Digdaya x Hackathon. Proyek ini di siapkan untuk melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan lanskap ekonomi digital.

Baca Juga :  Promo Transmart Full Day Sale 12 Juli 2026, Diskon Besar untuk Elektronik

Masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital yang memicu maraknya kejahatan siber. BI merilis program PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) sebagai perisai pelindungan konsumen guna menekan risiko penipuan digital (fraud). Masyarakat di imbau selalu memverifikasi setiap transaksi keuangan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal resmi.

Pada awal Mei 2026, bank sentral menetapkan tujuh taktik operasi moneter demi menjaga keperkasaan nilai tukar rupiah:

  • Intervensi langsung pada pasar spot domestik.

  • Optimalisasi skema domestic non-deliverable forward (DNDF).

  • Pemanfaatan non-deliverable forward (NDF) di pasar luar negeri.

  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) secara terukur.

  • Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

  • Memperketat pengawasan lalu lintas transaksi dolar AS.

  • Membatasi pembelian valuta asing (dolar AS) tanpa dokumen transaksi dasar (underlying).

(Nd/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru